Jumat, 02 Januari 2026 – Piala Dunia adalah panggung impian bagi setiap pesepak bola. Namun, enam bulan menjelang bergulirnya turnamen akbar empat tahunan itu, sejumlah bintang lapangan hijau justru dilanda kegelisahan. Minimnya menit bermain di level klub menjadi ancaman nyata yang bisa menggagalkan ambisi mereka untuk membela negara di Piala Dunia 2026.
Situasi mendesak ini memicu kepanikan menjelang pembukaan bursa transfer Januari 2026. Nama-nama besar seperti Marc-Andre Ter Stegen dari Barcelona dan Kobbie Mainoo dari Manchester United menjadi sorotan utama. Keduanya dikabarkan siap mengambil langkah drastis demi mengamankan satu tempat di skuad tim nasional masing-masing.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Dilema Ter Stegen di Barcelona dan Pintu Keluar yang Terbuka
Kiper Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen, sebenarnya telah pulih sepenuhnya setelah menjalani operasi punggung yang membuatnya absen berbulan-bulan. Namun, kenyataan pahit harus ditelannya di Camp Nou. Pelatih Hansi Flick kini lebih mempercayai Joan Garcia sebagai kiper utama Blaugrana, dengan Wojciech Szczesny sebagai alternatif lain di bawah mistar.
Kondisi ini menempatkan kiper asal Jerman tersebut dalam posisi yang sangat sulit. Tanpa jam terbang reguler, mustahil baginya meyakinkan Julian Nagelsmann bahwa ia layak menjadi kiper nomor satu Der Panzer. Mureks mencatat bahwa situasi ini menjadi krusial mengingat waktu yang semakin menipis.
Girona lantas muncul sebagai opsi penyelamat yang paling masuk akal bagi Ter Stegen. Pelatih Girona, Michel, bahkan tidak menutupi ketertarikannya. “Saya ingin sekali memiliki Ter Stegen bersama kami! Dia adalah pemain top,” ujar Michel antusias. “Semua orang pasti ingin memiliki kiper seperti Ter Stegen,” tambahnya memuji.
Ironisnya, ketertarikan Girona ini dipicu oleh masalah serupa yang dialami kiper mereka sendiri, Dominik Livakovic. Penjaga gawang andalan Timnas Kroasia itu nyaris tidak pernah bermain sejak bergabung musim panas lalu dan kini juga mencari jalan keluar demi menyelamatkan posisinya di Piala Dunia.
Krisis Menit Bermain di Old Trafford: Mainoo dan Zirkzee Terancam
Keresahan serupa juga melanda ruang ganti Manchester United di Inggris. Kobbie Mainoo menjadi contoh paling nyata dari talenta emas yang mulai meredup sinarnya. Gelandang muda berbakat ini kesulitan mendapatkan tempat sejak kedatangan Ruben Amorim di Old Trafford.
Situasi ini berdampak fatal pada peluangnya menembus skuad Timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel. Sejak Tuchel mengambil alih kursi pelatih pada Januari 2025, nama Mainoo selalu absen dari daftar panggil. Ia tidak punya pilihan lain selain memperbaiki nasibnya di United secara drastis atau segera hengkang, dengan Napoli disebut sebagai peminat serius.
Tak hanya Mainoo, Joshua Zirkzee juga merasakan tekanan yang sama beratnya. Penyerang jangkung ini baru menjadi starter dalam tiga laga dari total 13 penampilannya di Premier League dan Carabao Cup musim ini. Minimnya kesempatan menjadi starter bisa membunuh peluangnya masuk skuad Timnas Belanda. Rumor kepindahannya ke AS Roma pun kini berembus semakin kencang sebagai solusi instan.
Nasib Berbeda Dua ‘Adik’ Lionel Messi
Daftar pemain yang gelisah ini juga mencakup dua prospek masa depan Argentina, Claudio Echeverri dan Franco Mastantuono. Keduanya sempat mendapat panggilan timnas senior tahun ini, namun momentum mereka terhambat oleh situasi di klub.
Echeverri yang minim kesempatan di Bayer Leverkusen dikabarkan akan segera meninggalkan Bundesliga. Manchester City selaku pemilik sah berencana meminjamkannya ke Girona demi menambah jam terbang sang wonderkid. Langkah ini diharapkan bisa menjaga asa Echeverri untuk bersanding dengan Lionel Messi di skuad final Argentina yang berisi 26 pemain.
Namun, nasib sedikit berbeda dialami oleh Franco Mastantuono di Real Madrid. Meski sama-sama kesulitan mendapat menit bermain konsisten, jalan keluarnya tidak semudah rekannya. Kubu Real Madrid bersikap tegas dan enggan melepas gelandang muda tersebut pada bursa transfer Januari ini. Pintu keluar tertutup rapat bagi talenta muda Argentina ini.
Satu-satunya jalan bagi Mastantuono adalah berjuang lebih keras dalam latihan. Ia harus meyakinkan pelatih Xabi Alonso bahwa dirinya siap tempur, sekaligus mengirim pesan pembuktian kepada Lionel Scaloni di tim nasional.






