JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat pemulihan infrastruktur Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pascabencana. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan layanan irigasi yang vital bagi sektor pertanian.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga pasokan air irigasi, khususnya di wilayah sentra produksi pangan. “Pemulihan fungsi irigasi menjadi prioritas karena menyangkut ketahanan pangan dan penghidupan petani,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 1 Januari 2026.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Dody menambahkan, irigasi merupakan tulang punggung pertanian. Oleh karena itu, setiap gangguan harus segera ditangani agar saluran kembali berfungsi optimal. Percepatan penanganan ini bertujuan agar suplai air irigasi kembali normal, mendukung aktivitas pertanian masyarakat, dan mempercepat pemulihan pascabencana.
Langkah Konkret Pemulihan
Menurut pantauan Mureks, penanganan di lapangan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1. Berbagai upaya telah dilakukan, meliputi perapian jalan putus dan pembersihan akses logistik, serta pembersihan gelondongan kayu di Bendung Jambo Aye.
Selain itu, BWS Sumatera 1 juga merehabilitasi tiga bangunan sadap, membangun pintu air baru, serta membangun pengendali banjir. Perkuatan tebing dan normalisasi sungai juga menjadi bagian integral dari upaya pemulihan ini.
Dampak dan Kolaborasi
Daerah Irigasi Jambo Aye sendiri melayani area pertanian seluas 19.473 hektare (Ha) pada ‘intake’ kiri dan 3.028 Ha pada ‘intake’ kanan di Provinsi Aceh Utara dan Aceh Timur. Melalui percepatan ini, Kemen PU berharap aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali normal dan produktivitas tetap terjaga.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan. Hal ini untuk memastikan infrastruktur sumber daya air tetap andal dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang.
Sebelumnya, Menteri Dody Hanggodo juga mengungkapkan adanya kerja sama antara Kementerian PU dan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait rehabilitasi irigasi yang terdampak bencana di Sumatera. Mureks mencatat bahwa data sementara menunjukkan dampak bencana terjadi di tiga provinsi, dan angka ini diperkirakan akan bertambah seiring terbukanya konektivitas.
Selain irigasi, aliran sungai di tiga provinsi tersebut juga banyak yang tertutup kayu atau bahkan hilang akibat dampak bencana. Kolaborasi antar kementerian ini diharapkan dapat mengatasi tantangan kompleks pascabencana secara lebih efektif.






