Tren

Prabowo Subianto: “Danantara Indonesia Buktikan Mampu Bangun 600 Hunian dengan Cepat” di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG – Bank Mandiri, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mitra strategis pemerintah, menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana di Sumatra. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam program BUMN Peduli untuk pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Pembangunan Huntara ini merupakan bukti kehadiran dan kolaborasi BUMN melalui program yang diorkestrasi Danantara Indonesia serta BP BUMN, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. Melalui kolaborasi lintas instansi ini, fokus utama diarahkan pada penyediaan hunian yang layak, bermartabat, aman, dan memenuhi standar untuk tempat tinggal sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Peninjauan pembangunan Huntara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (1/1). Presiden didampingi oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta jajaran direksi BUMN yang terlibat dalam pembangunan Huntara. Jajaran tersebut termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BUMN Karya, PLN, Telkomsel, dan PT Perkebunan Nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan negara adalah secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan masyarakat. “Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden Prabowo di Aceh Tamiang, Aceh.

Selanjutnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan bahwa capaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas pihak, terutama peran aktif BUMN dalam mendukung proses pelaksanaan di lapangan. Ia menuturkan bahwa target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah ditetapkan sejak awal, dan progres hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelas Rosan.

Senada, Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. “Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelasnya.

Menurut Mureks, sinergi lintas BUMN menjadi kunci utama dalam memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan, sebagaimana disampaikan oleh Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi. “Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, sinergi lintas BUMN termasuk Bank Mandiri, saat ini tengah mengakselerasi pembangunan total 600 unit Huntara secara nasional. Kami percaya, sinergi lintas BUMN menjadi kunci untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Ari.

Mureks mencatat bahwa Danantara Indonesia, lewat sinergi lintas BUMN, turut memastikan pembangunan akan terus dirampungkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan, guna memastikan hunian layak sementara dapat segera tersedia bagi keluarga yang terdampak secara langsung.

Mureks