Sebagai seorang penulis yang berfokus pada organisasi rumah, Cynthia Lawrence mengakui bahwa tidak ada yang lebih buruk daripada kekacauan visual. Meskipun ia selalu berusaha menjaga permukaan dan area rumahnya tetap bersih, kekacauan seringkali kembali dalam waktu singkat.
Pada tahun 2025, Cynthia menjadikan misinya untuk mencoba dan menguji berbagai kiat decluttering yang viral, demi menemukan metode yang tidak hanya benar-benar berfungsi, tetapi juga dapat ia pertahankan. Berbagai metode telah dicoba, mulai dari metode FhiFho, ‘hushing’ rumah, hingga trik organisasi viral ‘House Purse’ yang melibatkan penyimpanan barang-barang ke dalam tas untuk dibawa keliling rumah.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Namun, di antara banyaknya metode yang membantu, hanya ada satu kiat organisasi yang benar-benar teruji waktu di rumahnya. Metode ini tidak hanya sederhana dan mudah, tetapi juga berhasil mengubah rutinitas hariannya. Metode tersebut dikenal sebagai ‘set the stage’ rule.
Apa Itu Aturan ‘Set the Stage’?
Menjaga dapur kecil tetap rapi dan bebas dari kekacauan bisa menjadi perjuangan yang konstan. Bagi Cynthia, mempertahankan meja dapur yang bersih setiap hari terasa seperti tugas yang mustahil, terutama saat memasak. Situasi ini berubah setelah ia menemukan aturan ‘set the stage’.
Pada dasarnya, aturan ‘set the stage’ adalah rutinitas malam yang lugas: dedikasikan hanya 15 menit untuk tugas-tugas organisasi kecil. Ini memungkinkan seseorang untuk fokus pada kekacauan kecil dalam jangka waktu tertentu dan menghilangkan stres. Cukup atur pengatur waktu dan jadikan ini kebiasaan harian atau mingguan.
Konsep ini dicetuskan oleh Joshua Fields Millburn, Ryan Nicodemus, dan T.K. Coleman dari The Minimalists. Kunci dari metode ini adalah fokus pada kebiasaan mikro, yang berarti satu tugas kecil dalam 15 menit akan lebih disengaja dan pada akhirnya akan mengarah pada ruang yang lebih rapi. Mureks mencatat bahwa pendekatan bertahap ini seringkali lebih efektif daripada upaya bersih-bersih besar yang melelahkan.
Bagaimana Aturan ‘Set the Stage’ Bekerja untuk Cynthia
Cynthia mengakui bahwa ia sering menunda-nunda untuk membongkar mesin pencuci piring, membiarkannya hingga pagi berikutnya untuk menyimpan semuanya ke dalam lemari. Setelah menerapkan aturan ‘set the stage’, segera setelah notifikasi mesin pencuci piring berbunyi, ia akan mengatur pengatur waktu 15 menit dan fokus sepenuhnya untuk menyimpan semuanya.
Hal serupa ia lakukan untuk meja dapurnya yang sering berantakan. Setelah menerapkan metode ini, meja dapur Cynthia, yang seringkali menjadi tumpukan bumbu masak, toples, dan camilan, menjadi bersih tanpa noda.
Masalah lain yang Cynthia hadapi di dapur kecil adalah minimnya penyimpanan, dan lemari-lemarinya penuh dengan mangkuk, cangkir, dan peralatan gelas. Ia kemudian menerapkan aturan ‘set the stage’, mendedikasikan 15 menit untuk akhirnya merapikan lemari-lemarinya. Hasilnya, ia tidak hanya berhasil menyingkirkan cangkir yang retak, peralatan masak lama, dan barang-barang yang tidak disentuh selama bertahun-tahun, tetapi juga memanfaatkan kiat penghemat ruang untuk mengatur lemari dapur.
Faktanya, aturan ‘set the stage’ tidak hanya berlaku di dapur, tetapi dapat diterapkan di ruangan mana pun di rumah atau bahkan garasi. Meskipun 15 menit mungkin terasa banyak (atau terlalu sedikit bagi sebagian orang), waktu yang ditentukan ini akan menghilangkan gangguan, memaksa Anda untuk menyelesaikan tugas secara langsung tanpa menunda-nunda. Selain itu, ini mudah dilakukan sebelum tidur, dan pada akhirnya akan menghemat pekerjaan ekstra di pagi hari.
Jadi, jika Anda menginginkan cara yang sederhana dan lebih mudah dikelola untuk menjaga rumah tetap terorganisir, metode ‘set the stage’ adalah salah satu yang direkomendasikan Cynthia untuk tahun baru ini.






