Tren

Revolusi Gaming VR Dimulai: Steam Frame Valve Hadirkan Tiga Inovasi Kunci di Tahun 2026

Setelah periode yang relatif tenang di pasar realitas virtual (VR) pasca-rilis Meta Quest 3 dan Quest 3S, Valve kembali mengguncang industri dengan pengumuman Steam Frame. Headset VR generasi terbaru ini diprediksi akan menjadi perangkat yang paling dicari untuk pengalaman gaming VR berbasis PC, sekaligus menandai era baru perangkat keras dari Valve, bersama dengan Steam Machine dan Steam Controller baru.

Steam Frame dirancang tidak hanya sebagai perangkat VR, tetapi juga sebagai sebuah “PC” yang mampu menjalankan game VR dan non-VR. Meskipun bukan headset mixed-reality dengan kamera passthrough berwarna penuh seperti yang mungkin diharapkan beberapa pihak, prioritas Valve jelas terlihat dari kemampuannya mengakses katalog game PC VR dan non-VR yang sangat luas melalui SteamOS.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

1. Foveated Streaming: Kualitas Visual Optimal di Setiap Pandangan

Salah satu fitur premium yang hadir pada headset kelas atas seperti Apple Vision Pro dan Samsung Galaxy XR adalah pelacakan mata. Steam Frame akan dilengkapi dengan dua kamera internal khusus untuk fungsi ini, namun dengan tujuan yang lebih dari sekadar navigasi atau pemilihan aplikasi.

Valve memperkenalkan fitur unik bernama Foveated Streaming. Fitur ini akan melacak pergerakan mata pengguna untuk menghadirkan kualitas gambar terbaik tepat di area yang sedang dilihat. Diklaim mampu memberikan “over a 10x improvement” dalam detail, fitur ini bekerja untuk semua game di Steam. Secara esensial, data pelacakan mata digunakan untuk meningkatkan kualitas piksel di titik fokus pandangan, sementara area di penglihatan tepi akan ditampilkan dengan kualitas lebih rendah, yang secara alami akan terlihat buram. Menurut Mureks, inovasi ini tidak hanya menjanjikan kualitas visual terbaik, tetapi juga mengurangi kebutuhan bandwidth, menghasilkan pengalaman bermain yang lebih mulus dan hemat sumber daya. Teknologi ini akan memanfaatkan lensa pancake 2160 x 2160 dengan refresh rate hingga 144Hz, mengungguli resolusi Quest 3 yang memiliki 2.064 x 2.208 piksel per mata.

2. Streaming Nirkabel Tanpa Hambatan

Meskipun Steam Frame menggunakan chip Snapdragon 8 Gen 3 yang merupakan generasi sebelumnya, Valve menegaskan bahwa perangkat ini dirancang untuk “high quality streaming-first experience”. Hal ini terwujud melalui adapter nirkabel 6GHz yang disertakan dengan headset, bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara gaming VR nirkabel mandiri dan gaming VR PC yang bertenaga.

Adapter ini menggunakan sistem dual-radio, di mana satu radio didedikasikan untuk streaming audio dan visual, sementara yang lain murni untuk Wi-Fi. Sistem ini meringankan beban bandwidth dan diharapkan menjadi peningkatan signifikan untuk gameplay PC VR nirkabel serta judul Steam 2D, terutama dibandingkan dengan Air Link milik Meta. Bagi pengguna PC gaming atau laptop gaming terbaik, Steam Frame akan bertransformasi menjadi headset VR yang sangat kuat tanpa kabel. Bayangkan bermain judul VR seperti Half-Life: Alyx atau game non-VR seperti Cyberpunk 2077 dengan GPU seri RTX 50 secara nirkabel langsung di depan mata Anda. Mureks mencatat bahwa meskipun Steam Frame belum mendukung rendering 3D stereoskopik untuk game 2D, Valve menyatakan bahwa fitur tersebut “on the list” untuk pengembangan di masa mendatang.

3. Kontroler Multifungsi untuk Segala Jenis Game

Kontroler Steam Frame VR mungkin terlihat familiar, mengadopsi inspirasi dari kontroler Touch Plus milik Meta Quest 3. Namun, ada perbedaan kunci yang memberikan keunggulan pada kontroler baru Valve ini. Kontroler ini dilengkapi dengan teknologi VR lengkap, termasuk pelacakan 6DoF (degrees of freedom), umpan balik haptik, pelacakan jari kapasitif, sensor pada semua permukaan input, dan tombol genggam dua tahap. Selain itu, kontroler ini menggunakan baterai AA yang diklaim Valve mampu bertahan hingga 40 jam bermain.

Yang menarik, kedua kontroler ini dapat disatukan menyerupai gamepad tradisional yang terbelah dua. Ini memungkinkan kontroler VR tersebut berfungsi untuk seluruh pustaka game non-VR di Steam. Pengguna akan mendapatkan D-pad, trigger, bumper, tombol ABXY, dan thumbstick seperti pada kontroler PC gaming terbaik, namun dengan optimasi VR. Penambahan terbaik mungkin adalah thumbstick TMR (Tunnel Magnetoresistance) magnetik ukuran penuh, yang menawarkan tingkat akurasi lebih presisi dibandingkan Hall Effect. Meskipun Steam Controller yang akan datang mungkin lebih cocok untuk game PC, memiliki satu set kontroler lengkap untuk game VR dan PC adalah inovasi yang patut diacungi jempol, mirip dengan fungsi Joy-Cons yang terpisah pada Nintendo Switch 2.

Peluncuran Steam Frame oleh Valve akan menjadi momen yang dinanti. Dengan fitur-fitur inovatif ini, Steam Frame berpotensi besar untuk menduduki puncak daftar headset VR terbaik. Kita hanya bisa berharap harganya tidak terlalu tinggi.

Mureks