Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyimpan sebuah warisan kuliner yang tak lekang oleh waktu: Serabi Kalibeluk. Penganan khas ini bukan sekadar camilan biasa, melainkan sebuah penanda sejarah panjang yang berakar kuat sejak era Kerajaan Mataram Islam, tepatnya pada masa kepemimpinan Sultan Agung.
Serabi Kalibeluk diperkirakan pertama kali dibuat sekitar tahun 1663. Sejarahnya tak terpisahkan dari sosok bernama Nyai Randinem, yang akrab disapa Mbok Rondo. Beliau adalah orang pertama yang menciptakan, menjual, dan mengembangkan kue serabi legendaris ini.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Resep otentik Serabi Kalibeluk didapatkan Nyai Randinem dari Ki Ageng Cempaluk, seorang tokoh penting dari Kabupaten Pekalongan. Ki Ageng Cempaluk sendiri merupakan ayahanda dari Tumenggung Bahurekso, seorang Senopati Kerajaan Mataram Islam yang dikenal sebagai pembuka jalan di Alas Roban yang terkenal angker.
Di balik cita rasanya yang gurih dan manis, makanan ini pada awalnya hanya diproduksi oleh tiga orang. Namun, menurut Mureks, terjadi peningkatan signifikan sejak tahun 2008, di mana kini sudah ada belasan produsen yang membuat kue Serabi Kalibeluk. Peningkatan ini didorong oleh tingginya permintaan dari konsumen.
Serabi Kalibeluk sangat cocok dinikmati bersama segelas kopi hitam, terutama saat senja. Kombinasi ini mampu menciptakan efek tenang dan membangkitkan kesan nostalgia. Selain itu, serat serabi yang tebal juga terbilang mengenyangkan, menjadikannya pilihan tepat untuk mengganjal perut yang keroncongan.
Peningkatan jumlah perajin serabi ini diduga kuat karena usaha tersebut dinilai sangat menguntungkan oleh masyarakat sekitar. Kalibeluk memang sudah dikenal luas sebagai sentra produsen serabi yang cukup terkenal, bahkan serabi ini telah menjadi identitas Kabupaten Batang.
Salah seorang perajin Serabi Kalibeluk, Fadhilah, mengungkapkan, “resep serabi yang digunakannya merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyangnya.” Keaslian resep inilah yang menjadi kunci utama dalam menjaga cita rasa serabi tetap otentik hingga kini.
Keunikan Serabi Kalibeluk juga terletak pada ciri khasnya yang mencolok. Ukurannya terbilang jumbo, dengan diameter mencapai sekitar 10 sentimeter, jauh lebih besar dari serabi pada umumnya. Satu buah serabi bahkan bisa dinikmati oleh beberapa orang. Dari sisi tekstur, Serabi Kalibeluk memiliki rongga khas yang lembut di bagian dalam. Tersedia dua varian rasa utama, yaitu original dengan santan gurih yang autentik, serta gula merah yang menawarkan manis legit menggugah selera.






