JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan total 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck ke sejumlah wilayah di Sumatera. Pengerahan ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan pasca-bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri memahami betul beratnya situasi yang dihadapi masyarakat terdampak. Ia menyoroti kondisi rumah, lingkungan, dan akses hidup warga yang tertimbun lumpur serta material lainnya. “Masih ada desa, kecamatan, dan permukiman warga yang membutuhkan bantuan, dan kami terus berupaya maksimal untuk menjangkau semuanya,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Sabtu (3/1).
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Menurut pantauan Mureks, pengerahan alat berat ini dilakukan secara terbuka dan terukur. Tujuannya meliputi pembersihan lumpur dan material banjir, pembukaan akses jalan dan jembatan, normalisasi aliran sungai, serta pemulihan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan permukiman warga agar dapat kembali berfungsi secepat mungkin.
Fokus Pemulihan di Aceh
Di wilayah Aceh, Polri mengerahkan sedikitnya 27 unit alat berat setiap hari. Alat-alat ini tersebar di berbagai kabupaten, termasuk Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, hingga Aceh Tenggara. Fokus utama adalah membuka akses desa dan kecamatan yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga dari timbunan lumpur, membangun serta memperkuat tanggul sungai, dan mengamankan harta benda masyarakat.
Upaya di Sumatera Barat
Untuk Sumatera Barat, Polri mengerahkan 12 unit alat berat dan 10 unit dump truck. Unit-unit ini beroperasi di Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Alat berat difokuskan untuk membuka kembali akses jalan, membersihkan permukiman dan fasilitas layanan publik, serta memastikan jalur distribusi logistik masyarakat dapat kembali berjalan lancar. Upaya ini terus dilakukan secara berkelanjutan mengingat masih banyaknya lumpur tebal dan material banjir di sejumlah titik.
Penanganan di Sumatera Utara
Sementara itu, di Sumatera Utara, sebanyak 47 unit alat berat dikerahkan di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa fokus utama diarahkan pada pembukaan jalur transportasi yang tertutup longsor, pembersihan material banjir di kawasan padat penduduk, serta pemulihan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat segera pulih.
Trunoyudo juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kesabaran serta kekuatan masyarakat dalam menghadapi kondisi sulit ini. Polri mengajak para relawan dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan membantu saudara-saudara yang terdampak. Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, serta memastikan setiap upaya pemulihan dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan warga, hingga kehidupan masyarakat terdampak bencana di Sumatra benar-benar kembali pulih.
“Dengan kebersamaan, proses pemulihan akan jauh lebih cepat dan lebih kuat,” pungkasnya.






