Nasional

UMS Tegaskan Sistem SKS Tawarkan Fleksibilitas Biaya Kuliah, Pendaftar Melonjak Dua Kali Lipat

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan bahwa sistem pembiayaan kuliah berbasis Satuan Kredit Semester (SKS) telah lama diterapkan di lingkungan kampus. Sistem ini diklaim memberikan fleksibilitas sekaligus efisiensi pembiayaan bagi mahasiswa.

Direktur Direktorat Akademik dan Admisi (DAA) UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa seluruh beban studi mahasiswa telah dikonversikan dalam bentuk SKS. “Seluruh beban studi mahasiswa, telah dikonversikan dalam bentuk SKS. Untuk jenjang sarjana, total beban studi umumnya mencapai 144 SKS dan dikalikan dengan tarif SKS sesuai masing-masing program studi,” ungkap Triyono pada Sabtu (3/1).

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Menurut Triyono, sistem SKS ini memberikan keuntungan signifikan bagi mahasiswa dengan kemampuan akademik yang baik dan berkomitmen untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Mahasiswa memiliki kebebasan untuk menentukan jumlah SKS yang akan diambil setiap semester, disesuaikan dengan kesiapan akademik mereka.

“Sistem SKS ini memberikan kelebihan bagi mahasiswa. Kalau kemampuan akademiknya bagus, mereka bisa lebih cepat menyelesaikan studi,” terangnya.

Sebagai contoh, pada semester akhir, jika seorang mahasiswa hanya mengambil mata kuliah skripsi sebesar 6 SKS, maka biaya yang dibayarkan pun hanya sebesar 6 SKS. Skema ini memungkinkan mahasiswa untuk menekan biaya studi secara signifikan. Namun, Mureks mencatat bahwa kemudahan pembayaran yang lebih kecil di semester akhir terkadang membuat sebagian mahasiswa merasa lebih santai, sehingga berpotensi menyelesaikan studi lebih lama dari seharusnya.

Perkembangan Penerimaan Mahasiswa Baru UMS

Dalam kesempatan yang sama, Triyono juga menyampaikan perkembangan penerimaan mahasiswa baru UMS. Hingga 3 Januari 2026 pukul 12.38 WIB, jumlah pendaftar telah mencapai 3.711 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 859 calon mahasiswa telah dinyatakan lolos seleksi, dan 479 di antaranya telah melakukan registrasi ulang.

Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin pada tanggal yang sama, yang registrasi baru 247. Sekarang sudah 479, hampir dua kali lipat,” ungkap Triyono.

Program studi dengan peminat tertinggi saat ini masih didominasi oleh Fakultas Kedokteran, meliputi Kedokteran Gigi, Kedokteran Umum, Farmasi, Psikologi, dan Fisioterapi. Selain itu, program studi seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Teknik Informatika, dan Bisnis Digital juga menjadi favorit di kalangan pendaftar.

Program studi baru, Artificial Intelligence (AI), juga mulai menarik minat pendaftar, meskipun penetapan biaya studinya masih dalam proses. UMS membuka penerimaan mahasiswa baru mulai 1 November 2025 hingga 29 Agustus 2026. Sistem pendaftaran dilakukan tanpa gelombang, sehingga berlangsung sepanjang tahun. Namun, pendaftaran akan ditutup lebih awal apabila kuota telah terpenuhi.

Menyikapi dinamika tersebut, Triyono menegaskan bahwa kualitas calon mahasiswa tetap menjadi prioritas utama. “Semakin hari passing grade-nya akan naik. Jadi kualitas calon mahasiswa akan tetap terjaga,” pungkasnya.

Mureks