Nasional

UAD Perkuat Posyandu Dahlia di Bantul, Fokus Pencegahan Stunting dan Penyakit Tidak Menular

Tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Pringgading, Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini berfokus pada upaya mengatasi stunting dan penyakit tidak menular (PTM) melalui pendekatan pangan lokal serta sistem informasi terintegrasi di Posyandu Dahlia.

Salah satu rangkaian kegiatan PKM yang telah dilaksanakan adalah Senam Lansia pada Jumat, 30 November. Senam ini dirancang dengan intensitas ringan hingga sedang, disesuaikan dengan kondisi fisik para lansia, sebagai langkah preventif terhadap PTM melalui aktivitas fisik yang teratur dan terarah.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Mureks mencatat bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan lansia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penguatan peran Posyandu dan edukasi kesehatan berbasis pangan lokal. Dr. Dyah Suryani, S.Si., M.Kes., selaku ketua tim PKM, menjelaskan, “Melalui kegiatan PKM ini, kami mendorong pencegahan stunting dan penyakit tidak menular dengan pendekatan pangan lokal yang mudah dijangkau masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman pengabdian nyata bagi mahasiswa KKN.”

Tim dosen PKM UAD terdiri atas Dr. Dyah Suryani, S.Si., M.Kes., Sri Handayaningsih, S.T., M.T., dan Prof. Solikhah, S.KM., M.Kes., Dr.PH. Mereka bekerja sama dengan Posyandu Dahlia dan melibatkan mahasiswa KKN Reguler ke-152 Unit VII.B.I UAD sebagai pendukung dan fasilitator program.

Setelah sesi senam, peserta lansia mendapatkan pemberian makanan sehat berbasis pangan lokal. Menu yang disajikan meliputi ubi rebus, kacang rebus, singkong rebus, serta bubur kacang hijau. Pemilihan menu ini bertujuan untuk mendukung program peningkatan status gizi dan pencegahan stunting serta PTM, khususnya pada kelompok rentan seperti lansia.

Makanan-makanan tersebut dipilih karena mudah dicerna dan kaya akan protein, serat, vitamin, serta mineral. Kandungan gizi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan otot, sistem pencernaan, tulang, jantung, serta daya tahan tubuh. Selain itu, menu tersebut efektif membantu mencegah sembelit dan osteoporosis, sekaligus meningkatkan energi tanpa membebani sistem pencernaan lansia. Dalam kesempatan tersebut, tim juga menekankan pentingnya menghindari konsumsi makanan tinggi lemak, tinggi garam, dan ultra-processed food (UPF).

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize berupa sembako kepada peserta lansia. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif mereka dalam seluruh rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut.

Mureks