Keuangan

Turkish Airlines Siapkan Rp 38,8 Triliun Bangun Terminal Kargo Terbesar di Dunia, Ciptakan 26.000 Lapangan Kerja

Maskapai penerbangan nasional Turki, Turkish Airlines, mengumumkan rencana ambisius untuk membangun terminal kargo dan fasilitas katering dalam penerbangan terbesar di dunia. Proyek raksasa ini diperkirakan menelan investasi sebesar 100 miliar lira atau setara Rp 38,8 triliun (dengan asumsi kurs Rp 388/lira).

Investasi signifikan ini tidak hanya akan memperkuat posisi Turkish Airlines di industri penerbangan global, tetapi juga diproyeksikan menciptakan 26.000 lapangan kerja baru.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Pernyataan resmi mengenai proyek ini disampaikan oleh Turkish Airlines (THY) melalui platform media sosial NSosyal, sebagaimana dikutip dari Daily Sabah pada Sabtu (3/1/2026).

“Investasi dan pembangunan terminal kargo serta fasilitas katering dalam penerbangan akan menciptakan 26.000 lapangan kerja baru,” tulis pernyataan Turkish Airlines.

Meskipun Turkish Airlines belum merinci lokasi pasti pembangunan proyek tersebut, Istanbul disebut-sebut sebagai kandidat paling memungkinkan. Kota ini merupakan rumah bagi dua bandara terbesar di Turki, menjadikannya pusat logistik dan penerbangan yang strategis.

Mureks mencatat bahwa THY saat ini merupakan salah satu maskapai penerbangan terbesar di dunia, dengan kapasitas mengangkut lebih dari 85 juta penumpang dan 2 juta ton kargo setiap tahunnya.

Visi Menjadi Lima Besar Dunia

CEO Turkish Airlines, Bilal Eksi, pada Selasa (30/12/2025) mengungkapkan visi maskapai untuk menjadi salah satu dari lima maskapai penerbangan teratas di dunia pada tahun 2033. Ambisi ini akan dicapai melalui penambahan armada pesawat secara signifikan.

“Hampir 600 pesawat telah dipesan. Kami memperkirakan pesawat-pesawat ini akan bergabung dengan armada kami dalam 10-12 tahun ke depan,” kata Eksi.

Hingga akhir tahun 2025, armada Turkish Airlines tercatat berjumlah 514 pesawat, menempatkannya di peringkat kesembilan secara global. Selain itu, maskapai ini juga mengklaim sebagai yang melayani rute ke negara terbanyak di dunia, dengan 356 destinasi di 132 negara.

Tren positif juga terlihat dari jumlah penumpang. Dalam 11 bulan pertama tahun 2025, jumlah penumpang yang dilayani maskapai ini meningkat 8,4% dari tahun ke tahun, mencapai 85,3 juta. Angka ini bahkan melampaui total jumlah penumpang sepanjang tahun 2024 yang tercatat sebanyak 85,2 juta.

Mureks