Keuangan

Utang Jangka Pendek AS Kian Dominan, The Fed Berpotensi Perluas QE: Peringatan bagi Investor Dividen

Pemerintah Amerika Serikat (AS) semakin gencar membiayai defisit anggarannya melalui penerbitan utang jangka pendek. Strategi ini, menurut analisis terbaru, menimbulkan implikasi signifikan terhadap biaya bunga dan sensitivitas kebijakan Federal Reserve (The Fed), khususnya bagi investor dividen.

Leo Nelissen, seorang analis dari iREIT®+HOYA Capital, menyoroti bahwa tren ini membuat pengeluaran bunga pemerintah sangat rentan terhadap perubahan kebijakan The Fed. “Dengan kurva imbal hasil yang curam, pemerintah menerbitkan lebih banyak surat utang jangka pendek untuk meminimalkan biaya pembayaran utang,” jelas Nelissen.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Dampak pada Pasar Obligasi dan Kebijakan Moneter

Mureks mencatat bahwa rata-rata jatuh tempo dalam indeks obligasi pemerintah AS menurun dengan cepat. Kondisi ini memperketat hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter, yang pada gilirannya memperumit dinamika pasar keuangan secara keseluruhan.

Pasokan obligasi jangka panjang yang secara artifisial ditekan juga diperkirakan menjaga imbal hasil jangka panjang tetap lebih rendah dari seharusnya, jika penerbitan obligasi lebih seimbang.

Nelissen mengantisipasi kemungkinan The Fed akan memperluas program pelonggaran kuantitatif (QE) untuk mendukung suku bunga jangka panjang. Langkah ini akan memperkuat tesis makro ‘higher for longer‘ (suku bunga tinggi lebih lama) dan ‘running it hot‘ (ekonomi berjalan panas).

Bagi investor dividen, situasi ini menjadi peringatan penting untuk mencermati pergerakan kebijakan moneter The Fed dan dampaknya terhadap pasar obligasi serta valuasi aset.

Mureks