PT Harum Energy Tbk (HRUM) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari strategi pengelolaan struktur permodalan. Emiten tambang ini menyiapkan dana maksimal Rp 335 miliar yang bersumber dari kas internal untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut.
Periode pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung mulai 5 Januari hingga 17 Maret 2026. Dalam skenario maksimal, HRUM akan menyerap hingga 328,16 juta saham atau sekitar 2,43% dari total saham beredar. Dengan nilai nominal Rp 20 per saham, total nilai nominal saham yang berpotensi dibeli kembali mencapai sekitar Rp 6,46 miliar.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
“Berdasarkan perkiraan tersebut, dengan nilai nominal Rp 20 per saham, maka jumlah nilai nominal saham yang akan dibeli kembali oleh perusahaan adalah sebesar Rp 6.463.198.820,” tulis Manajemen HRUM dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (3/1/2026).
Langkah ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental dan likuiditas perseroan. Mureks mencatat bahwa posisi kas serta modal kerja perusahaan berada pada level yang cukup kuat, sehingga aksi buyback tidak akan mengganggu operasional maupun rencana bisnis ke depan.
BEI Targetkan Masuk Jajaran 10 Bursa Terbesar Dunia pada 2030
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan dapat masuk ke jajaran 10 bursa terbesar dunia dalam lima tahun ke depan melalui penguatan fondasi pasar modal nasional. Target ambisius ini tertuang dalam Master Plan BEI 2026–2030 yang disiapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan bahwa pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun pasar modal yang semakin inovatif, transparan, inklusif, serta memiliki keterhubungan global. Ia berharap upaya ini dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui Master Plan BEI 2026-2030, kami menetapkan tujuan besar pada tahun 2030, yaitu membangun pasar modal Indonesia yang semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global. Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran Top 10 Bursa Dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” kata Iman dalam sambutannya pada acara pembukaan perdagangan perdana pasar modal Indonesia 2026, Jumat (2/1/2026).
Selain itu, BEI juga menargetkan pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia dengan menambah 2 juta investor baru pada tahun 2026 melalui pemanfaatan berbagai kanal distribusi informasi. Iman menegaskan, pencapaian visi jangka panjang tersebut memerlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan pasar modal.
“Kami percaya agar terwujud visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia,” pungkasnya.






