HANOI – Ekonomi Vietnam menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang tahun 2025, meskipun dihadapkan pada bencana alam parah dan ketidakpastian ekonomi global. Produk domestik bruto (PDB) negara itu diperkirakan tumbuh 8,02 persen secara tahunan, melampaui target yang ditetapkan Majelis Nasional dan Pemerintah Vietnam.
Capaian impresif ini disampaikan oleh Nguyen Thi Huong, Direktur Jenderal Kantor Statistik Nasional Vietnam (NSO), dalam konferensi pers pemaparan statistik sosial-ekonomi kuartal IV 2025 dan keseluruhan tahun 2025 di Hanoi pada Senin (5/1/2026).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Ketahanan Ekonomi Vietnam di Tengah Badai Global
Menurut NSO, laju pertumbuhan ekonomi Vietnam sepanjang 2025 tetap terjaga, bahkan di tengah tekanan geopolitik global, perlambatan perdagangan internasional, serta dampak lanjutan dari perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem di sejumlah kawasan Asia Tenggara. Mureks mencatat bahwa ketahanan ini menjadi sorotan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.
Nguyen Thi Huong menegaskan, “Hasil ini menunjukkan tekad yang tinggi dari seluruh sistem politik, efektivitas arahan yang tepat waktu dan tegas dari Pemerintah, Perdana Menteri, kementerian, sektor dan daerah, bersama dengan ketahanan dan upaya komunitas bisnis dan masyarakat.”
Laju Pertumbuhan Kuartalan Sentuh Angka Tertinggi Sejak 2011
Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi Vietnam menunjukkan tren akseleratif yang signifikan. Pada kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi Vietnam diperkirakan mencapai 8,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi pertumbuhan kuartal IV tertinggi yang dicatat Vietnam selama periode 2011–2025.
Sepanjang tahun, pertumbuhan ekonomi meningkat secara bertahap, dimulai dari 7,05 persen pada kuartal I, kemudian naik menjadi 8,16 persen pada kuartal II, dan mencapai 8,25 persen pada kuartal III. Vietnam dinilai sebagai salah satu ekonomi dengan performa paling solid di Asia pada 2025, ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat, arus investasi asing langsung (FDI), serta pemulihan sektor pariwisata.
Sebagai perbandingan, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2025 akan tumbuh di bawah 5 persen. Sementara itu, per kuartal II-2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5,12 persen.
Sektor Jasa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Vietnam
Dari sisi sektoral, NSO mencatat sektor jasa menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Vietnam pada 2025. Sektor ini tumbuh 8,62 persen dan menyumbang kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Vietnam, yakni 51,08 persen.
Struktur ekonomi Vietnam pada 2025 menunjukkan sektor jasa menyumbang 42,75 persen terhadap PDB, diikuti sektor industri dan konstruksi sebesar 37,65 persen, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan 11,64 persen, serta pajak dikurangi subsidi atas produk sebesar 7,96 persen.
Kinerja sektor jasa ditopang oleh ekspansi kuat di bidang perdagangan, transportasi, logistik, serta pariwisata. Kedatangan wisatawan internasional ke Vietnam pada 2025 tercatat mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, memberikan dorongan signifikan bagi subsektor akomodasi, katering, serta transportasi.





