Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 akan tetap dicairkan untuk seluruh kementerian dan lembaga. Kepastian ini disampaikan Purbaya meskipun acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) tidak dilaksanakan pada akhir tahun 2025 lalu.
Purbaya menegaskan bahwa tidak adanya seremoni penyerahan DIPA, seperti yang rutin dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, tidak akan menghambat penggunaan anggaran. “Jalan lah. Kan itu hanya seremonial aja. Tapi semua jalan, teknikal jalan. Mereka (kementerian dan lembaga) bisa gunain anggaran semuanya,” ungkap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Menurut Purbaya, seluruh anggaran yang telah diajukan dan dibutuhkan oleh kementerian serta lembaga akan dicairkan tanpa hambatan. “Sesuai dengan kebutuhan kan, nggak semua cair, yang ditarik cair. Tapi yang pasti nggak ada hambatan,” ujarnya.
Mureks mencatat bahwa penyerahan DIPA umumnya dilaksanakan pada awal Desember setiap tahunnya, dan hal ini rutin dilakukan hingga tahun 2024. Namun, hingga akhir Desember 2025, seremoni tersebut belum juga terlaksana.
Pada Desember 2025 lalu, Purbaya pernah menjelaskan bahwa penyerahan DIPA seharusnya diagendakan pada Selasa, 16 Desember 2025. Namun, acara tersebut diundur karena Presiden Prabowo Subianto saat itu melakukan pengarahan khusus kepada para kepala daerah di wilayah Papua.
Saat itu, Purbaya juga telah menegaskan bahwa siklus anggaran untuk APBN 2026 tidak akan terganggu, sebab yang diundur hanyalah aspek seremonialnya saja. “Nanti kita lihat. Kemarin sih diagendakan harusnya hari ini, tapi diundur. Tapi bukan berarti anggaran terganggu diundur, kan itu seremoni aja,” kata Purbaya.






