Jakarta, Mureks – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kinerja positif dan menyentuh rekor tertinggi baru (All Time High) di level 8.900 pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Penguatan lebih dari 1% ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik global menyusul perintah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Peristiwa penangkapan Presiden Maduro oleh pemerintah Amerika Serikat tersebut cukup mengejutkan pasar global. Namun, menurut Investment Director Succor Asset Management, Dimas Yusuf, karena dilakukan dengan cukup ‘smooth’, dampaknya masih dapat dikalkulasi oleh pelaku pasar.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
“Sentimen penangkapan Presiden Maduro cukup mengagetkan pasar namun karena dilakukan dengan cukup ‘smooth’ sehingga cukup dapat dikalkulasi oleh pelaku pasar,” ujar Dimas Yusuf dalam dialog Squawk Box CNBC Indonesia, Rabu (07/01/2026).
Mureks mencatat bahwa gejolak geopolitik ini memang mempengaruhi saham sektor pertahanan dan komoditas migas di pasar global. Namun, di pasar saham domestik, pilihan saham yang terkait langsung dengan isu Venezuela cukup terbatas. Hal ini mendorong investor untuk beralih ke saham-saham yang lebih familiar, termasuk saham-saham konglomerasi.
Lebih lanjut, Dimas Yusuf menjelaskan bahwa investor kini mulai mengincar saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45 maupun IDX30. Saham-saham ini dinilai memiliki valuasi yang tertinggal, menjadikannya sangat menarik di tengah kondisi pasar saat ini.
Dengan demikian, arah pergerakan pasar saham Indonesia tetap menjadi sorotan di tengah dinamika global yang penuh gejolak. Para investor terus memantau perkembangan untuk menentukan strategi investasi terbaik.






