Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Penerimaan Pajak 2025 Hanya Capai 87,6% dari Target

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi penerimaan pajak sepanjang tahun 2025 jauh meleset dari target. Total penerimaan yang terkumpul hanya mencapai Rp 1.917,6 triliun, atau setara 87,6% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 2.189,3 triliun. Mureks mencatat bahwa kondisi ini mengakibatkan shortfall penerimaan pajak sebesar Rp 271,7 triliun.

“Penerimaan pajak hanya Rp 1.917,6 triliun, ini hanya 87,6% dari APBN,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Defisit APBN Melebar Akibat Target Pajak Tak Tercapai

Kegagalan mencapai target penerimaan pajak ini berdampak langsung pada pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Defisit tercatat membengkak menjadi Rp 695,1 triliun, atau setara 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pelebaran defisit ini terjadi karena belanja negara mencapai Rp 3.451,4 triliun, sementara pendapatan negara hanya Rp 2.756,3 triliun. Angka defisit ini lebih tinggi dibandingkan target APBN yang sebesar Rp 616,2 triliun.

“Defisitnya membesar ke Rp 695,1 triliun, itu lebih tinggi dibandingkan APBN yang sebesar Rp 616,2 triliun, tapi kita tetap menjaga, pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3%,” ucap Purbaya.

Dinamika Perekonomian Pengaruhi Penerimaan Pajak

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, tidak tercapainya target penerimaan pajak disebabkan oleh berbagai dinamika perekonomian sepanjang tahun 2025. Perekonomian yang sempat melemah di awal tahun menyebabkan penerimaan negara lesu pada semester I, meskipun menunjukkan perbaikan signifikan di semester II.

Suahasil merinci pergerakan penerimaan pajak berdasarkan jenisnya:

  • PPh Badan: Kuartal I minus 10% dibandingkan 2024, membaik menjadi 2,3% di Kuartal II.
  • PPh Orang Pribadi dan PPh 21: Semester I minus 19,4%, namun membaik 17,5% di semester II.
  • PPh Final, PPh 22, PPh 26, PPN, dan PPnBM: Mengalami tekanan tinggi di semester I, namun menunjukkan perbaikan di semester II.

“Ini dinamika perekonomian yang tercermin dalam penerimaan pajak kita,” beber Suahasil.

Optimisme untuk Penerimaan Pajak 2026

Menurut Suahasil, membaiknya kinerja penerimaan pajak di semester II-2025 menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menghadapi tahun 2026. Ia menyatakan optimisme bahwa kinerja penerimaan pajak tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa sektor utama seperti industri pengolahan, perdagangan, keuangan dan asuransi, serta pertambangan, menunjukkan perbaikan dalam kinerja pengumpulan pajak pada Kuartal III dan Kuartal IV 2025.

“Ini adalah pijakan yang baik untuk kita masuk 2026,” tutur Suahasil, menegaskan harapan akan prospek penerimaan pajak yang lebih positif di masa mendatang.

Mureks