Keuangan

CIMB Niaga Alokasikan Ratusan Ribu Saham Buyback sebagai Bonus untuk Jajaran Direksi

PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mengumumkan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) untuk periode 31 Desember 2025. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program remunerasi dalam bentuk saham bagi manajemen yang termasuk dalam kategori Material Risk Taker (MRT).

Direktur Sumber Daya Manusia CIMB Niaga, Joni Raini, menjelaskan bahwa perseroan melaksanakan pengalihan 168.000 unit saham, setara 83,17% dari total saham yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Mureks mencatat bahwa periode pelaksanaan buyback berlangsung sejak 3 April 2024, dengan satu-satunya eksekusi pembelian pada 5 April 2025.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Dengan harga rata-rata buyback Rp2.120 per saham, total biaya yang dikeluarkan untuk aksi korporasi ini mencapai Rp357,24 juta. Sisa biaya buyback yang belum terpakai adalah Rp142,75 juta.

Joni juga melaporkan bahwa pada 8 April 2025, perseroan telah mengalihkan 56.000 saham dengan harga Rp1.600 per saham untuk program MRT. Pengalihan selanjutnya terjadi pada 29 Desember 2025, sebanyak 4.000 saham dengan harga Rp1.735 per saham. Dengan demikian, sisa saham BNGA yang wajib dialihkan kembali kini berjumlah 108.000 unit.

Direksi CIMB Niaga Terima Alokasi Saham

Secara terpisah, sejumlah direksi CIMB Niaga melaporkan perubahan kepemilikan saham mereka sebagai implementasi program MRT. Presiden Direktur Lani Darmawan menerima 190.600 saham BNGA.

Direktur Rusly Johannes mendapatkan 79.100 saham, Direktur Henky Sulistyo menerima 60.600 saham, Direktur John Simon memperoleh 96.000 saham, dan Direktur Fransisca Oei Lan Siem menerima 66.700 saham. Transaksi implementasi program MRT ini tercatat terjadi pada 2 Januari 2026.

Mureks