Internasional

Trump Umumkan AS Akan Kelola Minyak Venezuela dan Perbaiki Infrastruktur Pasca-Penangkapan Maduro

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa AS akan memimpin masa transisi di Venezuela setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Selain itu, AS juga berencana memperbaiki aset minyak di negara tersebut dan turut serta dalam penjualannya.

Pernyataan ini disampaikan Trump beberapa jam setelah penangkapan Maduro, seperti dilansir CNN Internasional dan Associated Press News pada Minggu (4/1/2026). Trump mengungkapkan rencananya untuk memanfaatkan kekosongan kepemimpinan guna “memperbaiki” infrastruktur minyak Venezuela dan menjual “sejumlah besar” minyak ke negara lain.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat-yang terbesar di dunia-untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” kata Trump saat konferensi pers dari klub Mar-a-Lago miliknya di Florida, Minggu (4/1/2025).

Serangan ke Venezuela ini menandai berakhirnya kampanye tekanan intensif yang dilancarkan pemerintahan Trump terhadap negara Amerika Selatan tersebut dan para pemimpin otokratisnya, serta perencanaan rahasia selama berbulan-bulan. Namun, Trump tidak memberikan jangka waktu spesifik mengenai berapa lama ia memperkirakan transisi kekuasaan tersebut akan berlangsung.

Trump juga menyebutkan bahwa lampu di Caracas padam saat Maduro ditangkap, seraya memuji pihak-pihak yang terlibat dalam misi tersebut. “Tidak ada negara di dunia yang dapat mencapai apa yang dicapai Amerika kemarin, atau terus terang, hanya dalam waktu singkat, semua kemampuan militer Venezuela dilumpuhkan karena para pria dan wanita militer kita, bekerja sama dengan kita, penegak hukum, berhasil menangkap Maduro di tengah malam. Saat itu gelap, lampu-lampu Caracas sebagian besar dimatikan karena keahlian tertentu yang kita miliki,” ujarnya.

Sebelumnya, hubungan AS dan Venezuela sempat memanas terkait urusan kapal tanker minyak. Mureks mencatat bahwa AS menyita sebuah kapal tanker minyak berukuran sangat besar di lepas pantai Venezuela pada Desember 2025, yang memicu kemarahan Venezuela.

“Kami baru saja menyita sebuah kapal tanker di lepas pantai Venezuela, sebuah kapal tanker besar, sangat besar — yang terbesar yang pernah disita, sebenarnya,” kata Trump saat berbicara di awal pertemuan meja bundar dengan para pemimpin bisnis di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Kamis (11/12/2025).

Di sisi lain, Presiden Venezuela Nicolas Maduro melontarkan tuntutan agar Amerika Serikat (AS) mengakhiri intervensi ilegal terhadap negaranya. Tuntutan ini disampaikan Maduro setelah insiden penyitaan kapal tanker tersebut.

“Dari Venezuela, kami meminta dan menuntut diakhirinya intervensionisme ilegal dan brutal oleh pemerintah Amerika Serikat di Venezuela dan di Amerika Latin,” kata Maduro saat berbicara di hadapan pendukungnya di Caracas, seperti dilansir AFP, Kamis (11/12).

“Kami menolak intervensionisme, menolak rencana destabilisasi untuk perubahan rezim. Biarkan pemerintah AS fokus pada pemerintahan negaranya sendiri,” imbuh Maduro. Maduro sendiri sudah sejak lama menentang intervensi AS, bahkan sejak 2019 ia menyebut AS mengincar kekayaan minyak Venezuela.

Mureks