Sebuah insiden tragis menimpa puluhan migran di wilayah Afar, Ethiopia, pada Selasa (6/1) pagi waktu setempat. Sebuah truk yang mereka tumpangi terbalik, mengakibatkan 22 orang tewas dan 65 lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan maut ini terjadi saat truk tersebut mengangkut sejumlah warga yang diduga disesatkan oleh calo ilegal. Pihak berwenang setempat menjelaskan bahwa para migran tersebut tidak sepenuhnya memahami bahaya rute perjalanan yang mereka tempuh.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
“Kecelakaan itu terjadi ketika sebuah truk terbalik yang mengangkut warga yang disesatkan oleh calo ilegal dan tidak memahami bahaya rute perjalanan,” demikian pernyataan pihak berwenang, dikutip dari AFP, Rabu (7/1).
Ethiopia sendiri merupakan salah satu titik keberangkatan utama bagi rute timur yang sering digunakan oleh orang-orang yang bermigrasi dari Tanduk Afrika. Mereka umumnya mencari pekerjaan di negara-negara Teluk yang kaya.
Mureks mencatat bahwa ribuan migran Afrika setiap tahunnya menempuh rute berbahaya ini, melintasi Laut Merah, sebagian besar dari Djibouti menuju Yaman. Tujuan utama mereka adalah mencari pekerjaan sebagai buruh atau pekerja rumah tangga.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kecelakaan truk nahas tersebut.






