Nasional

Suriah Umumkan Gencatan Senjata di Aleppo Utara, Hentikan Pertempuran dengan Pasukan Kurdi

Kementerian Pertahanan Suriah pada Jumat (9/1/2026) mengumumkan gencatan senjata di kota Aleppo utara. Langkah ini diambil untuk menghentikan kembali pertempuran antara pasukan pemerintah dan pejuang Kurdi yang didukung Amerika Serikat.

Konflik mematikan antara militer pemerintah Suriah dan otoritas Kurdi yang menolak berintegrasi ke dalam pemerintahan pusat telah memicu ketegangan di Aleppo. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang berjanji menyatukan negara setelah 14 tahun perang saudara.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Sebelumnya, pada Kamis (8/1), militer Suriah memberikan kesempatan kepada warga untuk meninggalkan kawasan yang dikuasai pasukan Kurdi di Aleppo. Mereka merilis lebih dari tujuh peta yang mengidentifikasi area yang akan menjadi sasaran serangan baru. Militer juga mengumumkan jam malam di lingkungan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh mulai pukul 15.00 waktu setempat.

Perdana Menteri Pemerintah Daerah Kurdistan, Masrour Barzani, menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan terhadap kawasan Kurdi di Aleppo. Ia memperingatkan bahwa penargetan warga sipil dan upaya untuk mengubah demografi daerah tersebut sama dengan apa yang ia sebut sebagai “pembersihan etnis”.

Setelah pengumuman gencatan senjata oleh Kementerian Pertahanan Suriah, pasukan keamanan yang berafiliasi dengan Kementerian Dalam Negeri terlihat berpatroli di lingkungan Ashrafieh. Menurut Mureks, kawasan tersebut telah mereka kuasai setelah pertempuran sengit dengan Pasukan Demokrat Suriah.

Gencatan senjata ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut di wilayah strategis Aleppo.

Mureks