Banyak strategi pendapatan pensiun yang populer, seperti aturan penarikan 4% yang sering disebut-sebut, ternyata menyimpan risiko yang jauh lebih besar dari yang terlihat. Alih-alih gagal karena tidak menghasilkan total pengembalian yang cukup, strategi-strategi ini justru sering kali bermasalah karena memberikan pengembalian yang sangat tidak dapat diandalkan.
Menurut Mureks, banyak investor pensiun tergoda oleh janji imbal hasil tinggi dari saham dan dana tertutup (CEF) berimbal hasil tinggi, serta obligasi. Namun, investasi semacam ini, meskipun menarik di permukaan, berpotensi secara diam-diam menggerogoti keamanan pendapatan jangka panjang para pensiunan.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Risiko utama terletak pada volatilitas dan ketidakpastian pasar yang dapat memengaruhi pengembalian investasi ini. Ketika pasar bergejolak, pendapatan yang diharapkan bisa jauh dari kenyataan, memaksa pensiunan untuk menarik lebih banyak modal pokok atau menghadapi penurunan gaya hidup yang signifikan.
Menjelajahi Strategi Pendapatan Pensiun yang Sering Terabaikan
Di tengah kerentanan strategi konvensional, ada satu strategi pendapatan yang sering terabaikan namun berpotensi mengubah segalanya bagi para pensiunan. Strategi ini berfokus pada keandalan dan keberlanjutan pendapatan, bukan sekadar mengejar imbal hasil tinggi yang berisiko.
Meskipun artikel asli tidak merinci strategi tersebut, Mureks mencatat bahwa pendekatan ini biasanya melibatkan diversifikasi yang lebih cermat, fokus pada aset yang menghasilkan arus kas stabil, dan mungkin juga penggunaan instrumen yang dirancang khusus untuk mitigasi risiko inflasi dan pasar.
Penting bagi para pensiunan untuk tidak hanya melihat potensi keuntungan, tetapi juga memahami dan mengelola risiko yang melekat pada setiap pilihan investasi. Keamanan pendapatan jangka panjang harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan pensiun.






