Keuangan

Dampak Penangkapan Presiden Maduro: Maybank Sekuritas Soroti Sektor Saham yang Diuntungkan di Tengah Gejolak AS-Venezuela

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap oleh unit elite Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Delta Force, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Peristiwa ini segera memicu gejolak di pasar global, termasuk kenaikan harga minyak. Namun, Maybank Sekuritas menilai dinamika geopolitik tersebut tidak akan memberikan dampak jangka panjang signifikan terhadap pergerakan harga minyak dunia.

Head of Research Maybank Sekuritas, Jeffrosenberg Chen Lim, menjelaskan bahwa kontribusi produksi minyak Venezuela terhadap pasokan global relatif kecil. Ia menegaskan, “Karena porsi Venezuela terhadap pasokan minyak global tergolong kecil, kami tidak memperkirakan peristiwa ini akan berdampak berkelanjutan terhadap harga minyak. Produksi Venezuela hanya sekitar 1% dari total minyak mentah dunia, sehingga tidak cukup besar untuk mengubah keseimbangan suplai dan permintaan secara keseluruhan.”

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Menurut Jeffrosenberg, pergerakan harga minyak acuan seperti Brent dan West Texas Intermediate (WTI) lebih dipengaruhi oleh sentimen risiko geopolitik dalam jangka pendek, sehingga kenaikan harga yang terjadi diperkirakan bersifat sementara. Namun, ia membuka peluang adanya dukungan tambahan bagi harga minyak jika pasar komoditas secara keseluruhan memasuki fase bullish. “Jika saat ini kita sedang memasuki siklus bullish komoditas yang lebih luas, seiring reli kuat pada logam mulia dan tembaga, maka peristiwa ini tetap dapat memberikan dukungan kenaikan bagi harga minyak mentah, didorong oleh narasi pelemahan nilai mata uang fiat,” jelasnya.

Emiten Energi Berpotensi Jadi Pihak yang Diuntungkan

Dari sisi pasar saham, Maybank Sekuritas mencatat bahwa emiten energi berpotensi menjadi pihak yang diuntungkan dari meningkatnya sentimen harga minyak. Sebaliknya, sektor barang konsumsi dinilai menghadapi tekanan akibat potensi kenaikan biaya energi dan logistik. Menurut Jeffrosenberg, kondisi tersebut dapat menjadi faktor sentimen negatif bagi emiten konsumer seperti ICBP, MYOR, UNVR, dan KLBF.

Presiden Venezuela Ditangkap Unit Elite Angkatan Darat AS Delta Force

Penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat AS kepada CBS News. Operasi ini dilakukan oleh Delta Force, unit elite Angkatan Darat AS yang juga bertanggung jawab atas operasi penewasan mantan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi pada 2019.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi peristiwa tersebut melalui unggahan di Truth Social pada Sabtu dini hari. Dalam pernyataannya, Trump menulis, “AS telah berhasil melaksanakan sebuah operasi serangan berskala besar terhadap Venezuela. Dalam operasi tersebut, pemimpin Venezuela, Presiden Nicolas Maduro, bersama istrinya, berhasil ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS. Rincian lebih lanjut akan disampaikan kemudian. Konferensi pers akan diadakan hari ini pukul 11.00 di Mar-a-Lago.” Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk keterlibatan maupun lembaga yang berpartisipasi dalam operasi tersebut.

Maduro Ditangkap untuk Diadili di AS

Maduro telah didakwa di pengadilan AS pada tahun 2020 atas dugaan keterlibatan dalam kasus narkoterorisme, yaitu tuduhan bahwa seorang pejabat negara terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba yang digunakan untuk mendukung atau membiayai kegiatan terorisme.

Senator Partai Republik, Mike Lee, yang mengaku telah berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, menyampaikan informasi tambahan. Melalui platform X pada Sabtu dini hari, Lee menulis, “Dia memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas dakwaan pidana di AS dan bahwa aksi kinetik yang kita lihat malam ini dikerahkan untuk melindungi dan membela pihak-pihak yang melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut.” Lee menambahkan, “Tindakan ini kemungkinan berada dalam kewenangan inheren presiden berdasarkan Pasal II Konstitusi untuk melindungi personel AS dari serangan yang nyata atau yang akan segera terjadi.” Sebelumnya, Lee sempat menyuarakan kekhawatiran terkait serangan tersebut, dengan menulis di X, “Saya menantikan untuk mengetahui apa, jika ada, yang secara konstitusional dapat membenarkan tindakan ini tanpa adanya deklarasi perang atau otorisasi penggunaan kekuatan militer.”

Mureks