Keuangan

Investor Rusia Dominasi Pembangunan Apartemen di Bali, Okupansi Hotel Tergerus Vila Baru

Investor asal Rusia kini menjadi kekuatan dominan dalam pembangunan properti di Bali, khususnya sektor apartemen. Fenomena ini terjadi di tengah dinamika pariwisata Pulau Dewata yang menghadapi tantangan penurunan jumlah wisatawan dan okupansi hotel.

Dominasi Investor Rusia dalam Pembangunan Properti

Kepala Departemen Riset Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengungkapkan bahwa Rusia merupakan salah satu negara yang paling aktif dalam mengembangkan properti di Bali. “Kalau investor yang membangun itu, sekarang yang banyak itu memang Rusia sih. Kita lihat memang kenyataan di lapangan seperti itu,” ungkap Ferry secara virtual pada Rabu (7/1/2026).

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Mureks mencatat bahwa dominasi ini menunjukkan daya tarik Bali sebagai tujuan investasi asing, meskipun pulau tersebut sempat menghadapi fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan.

Profil Penyewa dan Pembeli Unit Apartemen

Sementara itu, Research Executive Departemen Riset Colliers Indonesia, Saskia Ananda, menjelaskan bahwa wisatawan yang menyewa apartemen di Bali didominasi oleh warga Australia, Singapura, dan Rusia. Namun, untuk pembelian unit, warga Singapura dan Australia juga cukup banyak, selain Rusia.

Saskia menambahkan, kedekatan geografis dan tren kerja jarak jauh atau digital nomad menjadi faktor utama yang membuat Bali tetap menarik bagi warga Singapura dan Australia. “Karena mereka memang sudah banyak di Bali dan juga biasanya karena Singapura dekat, jadi mereka sistemnya karena memang digital nomad, mereka untuk melaksanakan pekerjaannya dari Bali,” jelas Saskia.

Penurunan Okupansi Hotel Akibat Menjamurnya Vila Baru

Di sisi lain, sektor perhotelan di Bali menghadapi tantangan serius. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat penurunan okupansi hotel di Bali hingga sekitar 30 persen selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pemerintah Provinsi Bali juga menyoroti penurunan kunjungan wisatawan domestik sepanjang tahun 2025. Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengakui bahwa jumlah wisatawan domestik belum mampu menyamai capaian tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, kunjungan wisatawan domestik mencapai 10,1 juta orang, sementara hingga 26 Desember 2025 baru menyentuh sekitar 9,2 juta orang. Diperkirakan hingga 31 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik hanya mencapai 9,4 juta, menandakan penurunan sekitar 600.000 hingga 700.000 orang.

Menurut Saskia, penyebab utama penurunan tingkat okupansi hotel adalah menjamurnya vila-vila baru yang menawarkan harga lebih kompetitif dengan fasilitas yang tidak kalah menarik. “Harga-harga yang ditawarkan oleh vila-vila itu lebih menarik, lebih kompetitif dibandingkan hotel. Kemudian dengan fasilitas yang diberikan oleh vila-vila tersebut juga gak kalah dengan hotel,” kata Saskia. “Nah itu kemungkinan bisa jadi kenapa okupansinya berkurang itu dari situ, mereka (wisatawan) memilih untuk stay di vila,” tegasnya.

Referensi penulisan: money.kompas.com

Mureks