Keuangan

Saham Perusahaan Minyak AS Melonjak, Optimisme Kuasai Ladang Minyak Venezuela Menguat Pasca-Pernyataan Trump

Saham perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) melonjak pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026), didorong optimisme investor terhadap potensi akses ke cadangan minyak Venezuela. Kenaikan ini menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan rencana pengambilalihan kendali negara Amerika Selatan tersebut pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Menurut laporan Reuters pada Selasa (6/1/2026), saham Chevron, satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di ladang minyak Venezuela, ditutup menguat 5%. Kenaikan signifikan juga dialami oleh perusahaan penyulingan minyak AS lainnya, seperti Marathon Petroleum, Phillips 66, PBF Energy, dan Valero Energy, yang masing-masing naik antara 3,4% hingga 9,3%.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Di sisi lain, harga minyak mentah global juga ditutup naik US$ 1 per barel. Meskipun demikian, para analis menilai bahwa gangguan terhadap ekspor minyak Venezuela kemungkinan hanya akan berdampak kecil pada harga minyak secara keseluruhan, mengingat pasokan yang melimpah di pasar global.

Sebagai informasi, Venezuela dikenal memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, Mureks mencatat bahwa produksinya telah anjlok drastis dalam beberapa dekade terakhir. Penurunan ini disebabkan oleh dugaan salah urus, terbatasnya investasi asing pasca-nasionalisasi industri minyak, serta berbagai sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS.

Rencana Pemerintahan Trump dan Kompensasi Aset

Sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan, pemerintahan Trump dijadwalkan bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak AS akhir pekan ini. Pertemuan tersebut akan membahas strategi peningkatan produksi minyak di Venezuela.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump telah mendesak para eksekutif minyak AS untuk segera kembali dan menginvestasikan modal signifikan guna memulihkan industri minyak Venezuela yang rusak. Pemerintah AS juga menawarkan kompensasi bagi perusahaan yang asetnya disita oleh Venezuela dua dekade lalu.

Minyak mentah Venezuela dikenal sebagai jenis minyak berat dengan kandungan sulfur tinggi. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk produksi diesel dan bahan bakar berat lainnya, meskipun dengan margin keuntungan yang lebih rendah dibandingkan minyak dari Timur Tengah.

“Jenis minyak mentah ini sangat sesuai dengan konfigurasi kilang-kilang di Pantai Teluk AS yang secara historis dirancang untuk memproses jenis minyak tersebut,” jelas Ahmad Assiri, Ahli Strategi Riset di Pepperstone, menegaskan relevansi minyak Venezuela bagi infrastruktur penyulingan AS.

Mureks