Nasional

SBMPTMU Resmi Jadi Jalur Utama Kedokteran PTMA: Seleksi Kini Cukup Satu Tahap

Rapat koordinasi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah (SBMPTMU) tahun 2026/2027 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa, 6 Januari 2026, menghasilkan keputusan penting. SBMPTMU kini ditetapkan sebagai platform utama penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA), khususnya untuk Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi, dengan proses seleksi yang disederhanakan menjadi satu tahap.

Dr. Siti Dyah Handayani, M.M., selaku Panitia SBMPTMU, menjelaskan bahwa kesepakatan ini bertujuan untuk mempermudah calon mahasiswa. “Sehingga tadi ada kesepakatan bahwa melalui SBMPTMU, mereka mendaftar di SBMPTMU saja, itu kemudian di akhirnya sudah dinyatakan bisa diterima atau tidak di Kedokteran dan Kedokteran Gigi. Jadi tidak perlu lagi setelah mereka lolos di SBMPTMU harus tes lagi yang berikutnya,” terang Siti Dyah.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Ia menambahkan, jika nilai rapor dan persyaratan lain telah terpenuhi, calon mahasiswa dapat langsung dinyatakan diterima oleh tim SBMPTMU dan menghubungi perguruan tinggi tujuan. “Jadi sudah ada tes MMPI dan seterusnya itu sudah di awal, yaitu di saat mereka mendaftar. Jadi mereka sudah dinyatakan lolos di perguruan tinggi tertentu dan tidak perlu lagi tes berikutnya di perguruan tinggi masing-masing,” tekan Dyah.

Wakil Majelis Diktilitbang Muhammadiyah, Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D., mengungkapkan bahwa inisiasi SBMPTMU berawal dari usulan PTMA dan dieksekusi oleh Majelis Diktilitbang Muhammadiyah. Program ini memiliki tiga tujuan utama: memperkuat ukhuwah antar-PTMA, meningkatkan kualitas input mahasiswa, serta memperluas akses pendidikan tinggi PTMA.

“Tujuan kedua adalah meningkatkan kualitas input mahasiswa PTMA. Tujuan ketiga adalah meningkatkan akses pendidikan tinggi PTMA. Dengan adanya SBMPTMU, masyarakat bisa mengenal seluruh PTMA yang jumlahnya kini 164,” jelas Mohammad Adam Jerusalem.

Meskipun demikian, Mohammad Adam mengakui bahwa jumlah pendaftar SBMPTMU sempat mencapai 1.200 orang namun mengalami penurunan pada tahun-tahun berikutnya. Oleh karena itu, forum koordinasi ini menjadi krusial untuk merumuskan inovasi. Fokus pada Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) menjadi salah satu daya tarik utama yang diusulkan.

Inovasi lain yang diperkenalkan adalah pembatasan pilihan PTMA besar untuk mendorong pemerataan ke PTMA menengah dan kecil, sebagai wujud ta’awun. Sejak tahun 2025, SBMPTMU juga membuka jalur khusus mahasiswa asing, yang menurut catatan Mureks, telah mencatat sekitar 30 pendaftar hingga tiga minggu sebelum rapat koordinasi ini.

Wakil Rektor II UMS, Prof. Dr. Muhammad Da’i, S.Si., M.Si., Apt., yang mewakili Rektor UMS, menyoroti bahwa SBMPTMU telah berjalan selama sembilan tahun, namun pertumbuhan jumlah pendaftarnya masih tergolong lambat. “Sehingga diharapkan pada pertemuan pagi hari ini Bapak dan Ibu bisa menghasilkan rumusan-rumusan untuk memperkuat SBMPTMU ini, sekaligus juga memperkuat PTMA masing-masing. Kita sangat berharap bahwa dengan kuatnya kolektivitas Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah dalam penerimaan mahasiswa baru, itu justru akan memperkuat institusi masing-masing,” ujar Muhammad Da’i.

Pendaftaran mahasiswa melalui jalur SBMPTMU sendiri telah dibuka sejak 1 Januari 2026 dan akan dilaksanakan dalam tiga gelombang. Proses seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor, tanpa ujian tertulis maupun berbasis komputer. Secara keseluruhan, sekitar 130 PTMA berpartisipasi dalam jalur ini, termasuk 23 kampus yang memiliki Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi.

Mureks