Buruh akan kembali menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada 15 Januari 2026 di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Aksi ini tidak hanya menuntut penetapan upah minimum, tetapi juga menolak perubahan sistem Pilkada menjadi tidak langsung.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengonfirmasi rencana tersebut, menyebutkan bahwa massa yang akan turun diperkirakan lebih besar dari aksi sebelumnya pada Kamis (8/1/2026) di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Tuntutan Ganda Buruh: Upah dan Pilkada
Dalam konferensi persnya pada Kamis (8/1/2026), Said Iqbal menegaskan kelanjutan perjuangan buruh. “Aksi akan kami lanjutkan nanti 15 Januari 2026. Rencana kita aksi di depan DPR RI. Kita perkirakan 15 Januari nanti aksi lagi ke DPR,” kata Said Iqbal.
Selain mendesak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di beberapa wilayah Jawa Barat 2026, para buruh juga menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah mengubah sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi pemilihan tidak langsung melalui DPRD. “Demo juga sekaligus buruh menolak Pilkada melalui DPRD,” lanjut Said Iqbal.
Aksi Nasional dan Gugatan Hukum
Said Iqbal menjelaskan, aksi pada 15 Januari mendatang akan melibatkan buruh dari seluruh Indonesia, menandakan potensi perluasan solidaritas nasional. “Yang tanggal 15 Januari itu, buruh di seluruh Indonesia akan menggelar aksi,” terangnya.
Bersamaan dengan aksi di DPR, para buruh juga akan mengawal proses gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dan PTUN Bandung pada tanggal yang sama. “Tanggal 15 Januari kemungkinan kita ke DPR lagi. Sambil tadi proses gugatan ke PTUN,” jelasnya.
Menurut pantauan Mureks, Said Iqbal menegaskan bahwa aksi akan terus berlanjut, bahkan hingga Lebaran 2026, jika tuntutan mereka belum dipenuhi. Tuntutan ini secara spesifik ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). “Bahkan berpotensi meluas menjadi aksi solidaritas nasional. Artinya sampai menang,” terang Said Iqbal, menunjukkan determinasi para buruh.






