Internasional

Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Venezuela, Ketegangan Meningkat Pasca Penangkapan Maduro oleh AS

Pemerintah Brasil secara resmi mengerahkan Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) ke wilayah perbatasan dengan Venezuela. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan regional pasca-penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.

Pengerahan pasukan tersebut diatur dalam dekrit pemerintah Brasil yang diterbitkan pada Kamis, 8 Januari 2026, waktu setempat. Dekrit ini mengizinkan pengiriman FNSP, yang jumlahnya tidak disebutkan, ke wilayah Pacaraima dan Boa Vista, ibu kota negara bagian Roraima. Roraima, yang terletak di utara Brasil, berbatasan langsung dengan Venezuela dan dikenal memiliki kehadiran kuat kelompok bersenjata ilegal yang terlibat dalam perdagangan narkoba serta mengelola tambang ilegal di kedua sisi perbatasan internasional. Jarak Roraima dari perbatasan kedua negara sekitar 213 kilometer.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Tindakan Brasil ini menyusul serangan Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Januari lalu, yang mengebom Venezuela dan menangkap Presiden Maduro untuk diadili atas tuduhan narkoterorisme. Sehari setelah insiden tersebut, pada Minggu, 4 Januari, pemerintah Brasil untuk sementara waktu menutup perbatasan dengan Venezuela di dekat Pacaraima.

Dekrit pemerintah Brasil menegaskan bahwa FNSP akan bertugas mendukung lembaga-lembaga keamanan publik yang dikelola negara. Mereka akan beroperasi dengan cara yang “esensial untuk menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat serta properti.”

Sementara itu, catatan Mureks menunjukkan bahwa media-media lokal Brasil pada Rabu, 7 Januari, melaporkan adanya penguatan kehadiran militer Venezuela di area perbatasan. Dilaporkan pula bahwa beberapa kelompok bersenjata, termasuk kelompok bersenjata Venezuela serta geng-geng Brasil seperti Komando Ibu Kota Pertama (PCC) dan Komando Merah (CV), aktif beroperasi di wilayah tersebut.

Gimena Sanchez, Direktur Andes untuk Kantor Washington di Amerika Latin (WOLA), menilai pengerahan pasukan penjaga perbatasan oleh Brasil sebagai “langkah yang tepat.” Sanchez menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa tindak kekerasan yang dipicu oleh kelompok pemberontak Kolombia yang aktif di Venezuela telah mendorong para penduduk lebih jauh ke selatan menuju Brasil. “Masuk akal (bagi Brasil) untuk memperkuat perbatasan,” ujarnya.

Brasil sendiri menjadi salah satu pengkritik keras serangan AS terhadap Venezuela. Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, melalui pernyataan di media sosial, menyebut AS telah melewati “batas yang tidak diterima.”

Mureks