Nasional

Safa dan Marwah: Mengungkap Sejarah, Makna Spiritual, dan Panduan Bacaan Sa’i yang Dianjurkan

Safa dan Marwah, dua bukit bersejarah di Tanah Suci, memegang peranan sentral dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Jutaan umat Muslim setiap tahunnya menunaikan ritual sa’i, berjalan bolak-balik di antara keduanya, sebagai bagian tak terpisahkan dari rukun ibadah.

Namun, di balik gerakan fisik tersebut, tersimpan makna spiritual mendalam serta bacaan-bacaan yang dianjurkan untuk memperkaya pengalaman ibadah. Memahami sejarah dan nilai-nilai yang terkandung dalam Safa dan Marwah dapat meningkatkan kekhusyukan dan penghayatan umat.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Safa dan Marwah: Syiar Allah dalam Al-Qur’an

Menurut ajaran Islam, Safa dan Marwah adalah dua bukit yang ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan sa’i. Keduanya secara eksplisit disebut dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 158, yang menyatakan: “Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya.”

Ayat ini menegaskan status Safa dan Marwah sebagai ‘syiar Allah’, yang berarti tanda-tanda kebesaran agama yang wajib dijaga dan dihormati oleh setiap Muslim. Mureks mencatat bahwa penetapan ini menjadikan kedua bukit tersebut memiliki kesucian dan nilai sakral dalam ritual ibadah.

Sejarah dan Makna Ritual Sa’i

Ritual sa’i berakar dari kisah heroik Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang berjuang mencari air untuk putranya, Ismail AS, di tengah padang pasir yang tandus. Hajar berlari bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah, hingga akhirnya Allah SWT menunjukkan sumber air zamzam.

Kisah ini menjadi simbol keteguhan hati, keikhlasan, dan tawakal seorang ibu dalam menghadapi ujian berat. Kini, sa’i menjadi rukun haji dan umrah yang mengingatkan umat Muslim akan pentingnya kesabaran dan kepasrahan penuh kepada kehendak Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Bacaan yang Dianjurkan Saat Sa’i

Selama menunaikan sa’i, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir. Bacaan-bacaan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meresapi makna spiritual perjalanan tersebut.

  • Di setiap awal bukit Safa dan Marwah, disunnahkan membaca: “Inna as-Shafa wa al-Marwah min sha’a’irillah”, yang berarti “Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.”
  • Selain itu, jamaah juga dianjurkan untuk memperbanyak takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), serta doa-doa memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Dalil untuk bacaan ini tidak hanya bersumber dari Surah Al-Baqarah ayat 158, tetapi juga diperkuat oleh berbagai hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tata cara dan dzikir selama sa’i.

Nilai Edukatif Sa’i dalam Kehidupan Keluarga

Lebih dari sekadar ritual, ibadah sa’i juga mengandung nilai-nilai edukatif yang relevan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks keluarga. Menurut Dr. Bukhori, MA, dalam tulisannya Kontekstualisasi Nilai-Nilai Ibadah Sa’i dalam Pendidikan Karakter (2019), bacaan dan dzikir saat sa’i mengajarkan keteladanan, kesabaran, dan pengorbanan.

Nilai-nilai ini, menurut Dr. Bukhori, sangat bermanfaat dalam mendidik karakter anggota keluarga agar menjadi pribadi yang tangguh, ikhlas, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pemahaman mendalam tentang Safa dan Marwah serta ritual sa’i tidak hanya memperkaya pengalaman ibadah, tetapi juga membentuk karakter mulia dalam kehidupan sosial dan keluarga.

Mureks