Serangan pesawat tak berawak atau drone menghantam sebuah kafe di wilayah Kherson, Ukraina Selatan, pada Jumat (2/1/2026) dini hari, menewaskan sedikitnya 24 orang. Insiden maut ini terjadi saat warga sipil tengah merayakan Tahun Baru. Rusia segera menuduh Ukraina berada di balik serangan tersebut, menyebutnya sebagai upaya untuk ‘menodai’ proses perdamaian yang sedang berlangsung.
Wilayah Kherson, yang kini dikuasai Rusia, menjadi lokasi insiden tragis ini. Tuduhan dari Moskow muncul di tengah periode krusial diplomasi yang telah berlangsung selama berminggu-minggu, bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah memasuki tahun keempat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa negaranya masih ’10 persen’ dari kesepakatan damai, mengindikasikan jalan panjang menuju resolusi konflik.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Gubernur wilayah Kherson yang ditunjuk Rusia, Vladimir Saldo, melaporkan bahwa ‘musuh’ menembakkan tiga pesawat tak berawak. Drone-drone tersebut menghantam sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam di Khorly, tempat lebih dari 100 orang berkumpul untuk merayakan malam pergantian tahun. Saldo mengunggah foto-foto di Telegram yang menunjukkan bangunan luluh lantak akibat kebakaran, tumpukan puing-puing yang membara, serta mayat-mayat yang hangus.
Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan atas serangan yang menewaskan lebih dari 20 orang ini. Kementerian Luar Negeri Rusia, melalui pernyataan resminya, menuduh Ukraina melakukan ‘serangan teroris’ dan mendesak organisasi-organisasi internasional untuk mengutuk tindakan tersebut. Mereka juga memperingatkan Kyiv akan konsekuensi yang sesuai, serta menuduh pihak berwenang Ukraina ‘dengan sengaja memborbardir setiap usaha untuk menemukan resolusi damai untuk konflik’.
Hingga saat ini, Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan Rusia mengenai serangan drone di Kherson. Namun, Mureks mencatat bahwa puluhan ribu orang telah terbunuh, wilayah timur Ukraina hancur, dan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak Rusia melancarkan serangan habis-habisan pada tahun 2022.
Di sisi lain, Presiden Zelensky menuding Rusia membawa perang ke Tahun Baru. Ia menyebut lebih dari 200 pesawat tak berawak ditembakkan Rusia dalam semalam, terutama menargetkan fasilitas-fasilitas energi di Ukraina. Serangan ini menunjukkan eskalasi ketegangan yang terus berlanjut di garis depan konflik.
Selain insiden di Kherson, serangan Rusia juga dilaporkan menghantam sebuah taman yang memiliki kebun binatang di wilayah Kharkiv. Serangan tersebut melukai satu orang dan beberapa hewan, termasuk singa. Pemilik taman, Oleksandr Feldman, kepada media Ukraina, mengatakan bahwa serangan itu juga menewaskan burung-burung merpati dan burung beo. Insiden ini menambah daftar panjang kerusakan dan korban jiwa akibat konflik yang tak kunjung usai.






