Internasional

Saksi Kebakaran Resor Swiss: “Kami Melihat Hal-hal Mengerikan yang Tak Seharusnya Dilihat”

Puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam insiden kebakaran hebat yang melanda sebuah bar di resor ski mewah Crans Montana, Swiss, pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Para saksi mata menceritakan detik-detik mencekam saat mereka berjuang menyelamatkan diri dari kobaran api dan kepulan asap hitam yang memenuhi lokasi.

Menurut laporan CNN pada Jumat (2/1/2026), dua pengunjung bernama Axel dan Nathan mengungkapkan kesulitan bernapas ketika api mulai membesar. Asap tebal dengan cepat menyelimuti area sekitar resor ski tersebut, membuat jarak pandang terbatas dan memicu kepanikan massal.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Axel dan Nathan awalnya merasa terjebak karena banyaknya orang yang berdesakan mencoba keluar dari bar Le Constellation. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk bersembunyi di balik meja yang dimiringkan, berharap dapat menghindari kontak langsung dengan api. Satu-satunya jalan keluar yang mereka lihat adalah melalui jendela. Setelah berjuang keras, keduanya berhasil memecahkan jendela dan melarikan diri.

Seorang saksi mata yang berada di luar bar juga mengonfirmasi situasi kacau tersebut. Ia melihat asap mengepul dan orang-orang mengetuk-ngetuk jendela Le Constellation, berusaha mencari jalan keluar. “Ada pergerakan kerumunan yang sangat besar,” ujarnya. “Semua orang berebut untuk keluar. Sangat sulit untuk menyaksikannya.”

Kesaksian Mengerikan dari Korban Selamat

Saksi selamat lainnya, Laetitia Place, menggambarkan peristiwa itu sebagai pengalaman yang sangat mengerikan. “Kami semua melihat hal-hal yang benar-benar mengerikan yang seharusnya tidak pernah dilihat siapa pun,” kata Place, suaranya bergetar.

Place menceritakan, saat ia menuju kamar mandi di lantai bawah, ia dan temannya melihat api. Mereka segera mencoba kembali ke atas, namun situasi sudah tidak terkendali. “Saya meraih lengan teman saya, tetapi kemudian saya menaiki tangga dan melepaskannya,” kenangnya pilu. “Sekarang dia tidak menjawab saya lagi.”

Kepala tim redaksi Mureks mencatat bahwa kepanikan saat evakuasi sangat parah. Place menggambarkan, “Ada pintu kecil tempat semua orang mendorong, dan kami semua jatuh, kami bertumpuk satu sama lain, beberapa orang terbakar, dan beberapa tewas di samping kami.”

Hingga saat ini, Place mengaku masih dihantui rasa takut yang mendalam pasca-kebakaran. Beberapa temannya juga masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. “Saya sangat takut – takut untuk diri sendiri, takut untuk teman-teman saya, takut untuk semua orang di dalam,” pungkasnya, menunjukkan trauma yang mendalam akibat insiden tragis tersebut.

Mureks