Dua operator waralaba raksasa makanan cepat saji KFC dan Pizza Hut di India, Sapphire Foods India dan Devyani International, resmi mengumumkan rencana penggabungan usaha. Kesepakatan merger ini bernilai fantastis, mencapai US$934 juta atau setara dengan sekitar Rp14,7 triliun, di tengah tekanan berat yang melanda industri makanan cepat saji di negara tersebut.
Tekanan Pasar dan Persaingan Ketat
Langkah konsolidasi ini diambil sebagai respons terhadap tantangan signifikan, termasuk lonjakan biaya operasional, perlambatan penjualan gerai, dan margin keuntungan yang terus tergerus. Kondisi ini diperparah oleh ketatnya persaingan dengan pemain besar lain seperti McDonald’s, yang dioperasikan oleh Westlife Foodworld, dan Domino’s Pizza di bawah Jubilant Foodworks. Konsumen India juga dilaporkan menahan belanja untuk kebutuhan non-esensial, menambah beban bagi para operator.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Dalam skema merger yang disepakati, Devyani International akan menerbitkan 177 saham untuk setiap 100 saham Sapphire Foods India. Entitas gabungan menargetkan sinergi tahunan sebesar 2,1 hingga 2,25 miliar rupee, atau sekitar Rp395-424 miliar, yang diharapkan mulai terasa pada tahun kedua operasional penuh pasca-merger.
Merugi dan Tantangan Skala Usaha
Saat ini, kedua perusahaan yang merupakan mitra Yum Brands tersebut mengelola lebih dari 3.000 gerai KFC dan Pizza Hut di India dan beberapa negara lain. Namun, Mureks mencatat bahwa baik franchisee KFC maupun Pizza Hut di India masih mencatat kerugian bersih. “Sehingga skala usaha menjadi tantangan utama,” ujar Akshay D’Souza, konsultan independen sektor barang konsumsi, seperti dikutip CNBC International, Jumat (2/1/2026).
“Dengan entitas tunggal, jika mereka mampu membuka bahkan setengah dari sinergi yang diharapkan, kita bisa melihat perusahaan yang menguntungkan, dengan kemampuan pengendalian biaya yang jauh lebih baik,” tambah D’Souza.
Data Keuangan Menunjukkan Tekanan
Data keuangan terbaru menggarisbawahi tekanan yang dihadapi kedua perusahaan. Pada kuartal yang berakhir September:
- Total biaya konsolidasi Sapphire Foods India melonjak 10% secara tahunan menjadi 7,68 miliar rupee.
- Pengeluaran Devyani International juga meningkat 14,4% menjadi 14,08 miliar rupee.
Dari sisi profitabilitas, Devyani International membukukan rugi bersih 219 juta rupee pada kuartal yang berakhir 30 September, berbalik dari laba 170 ribu rupee pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Sapphire Foods India mencatat rugi bersih konsolidasi sebesar 127,7 juta rupee, melebar dari kerugian 30,4 juta rupee pada periode yang sama tahun lalu.
Merger ini diharapkan menjadi titik balik strategis bagi kedua operator untuk memperkuat daya saing dan mencapai profitabilitas di pasar makanan cepat saji terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduk.






