Internasional

Demonstrasi Krisis Ekonomi di Iran Meluas, Tewaskan 7 Orang dan Picu Pembakaran Gedung

Demonstrasi yang memprotes krisis ekonomi di Iran kini berujung pada kekerasan, menewaskan setidaknya tujuh orang dan memicu aksi pembakaran fasilitas publik. Aksi massa yang awalnya menuntut perbaikan ekonomi ini telah meluas menjadi seruan penggantian rezim.

Menurut laporan media Iran International yang dipantau Mureks pada Jumat (02/01/2026), tiga demonstran tewas dalam unjuk rasa di Kota Azna. Empat korban jiwa lainnya dilaporkan jatuh dalam bentrokan di wilayah berbeda.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Iran telah diguncang gelombang demonstrasi sejak Minggu (28/12/2025), dipicu oleh sanksi internasional yang terus melemahkan perekonomian negara tersebut. Pada Minggu, nilai tukar rial terhadap dolar Amerika Serikat (AS) anjlok ke level terendah sepanjang sejarah, mencapai 1,42 juta per dolar AS.

Warga Iran, khususnya para pedagang, mengeluhkan ketidakmampuan mereka untuk bersaing di pasar, sembari menyoroti sikap pemerintah yang dinilai abai terhadap masalah ini. Sanksi bertubi-tubi dari negara-negara Barat selama puluhan tahun telah menyebabkan kemerosotan ekonomi Teheran, diperparah oleh pemberlakuan kembali sanksi internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait program nuklir Iran.

Awalnya berfokus pada isu ekonomi, demonstrasi ini kemudian bergeser menjadi tuntutan untuk mengganti rezim yang berkuasa. Para pengunjuk rasa di berbagai kota kini secara terbuka meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan pro-monarki.

Iran International mencatat bahwa ini adalah kali pertama dalam lima dekade slogan pro-monarki mendominasi aksi demonstrasi di Iran.

Video-video demonstrasi yang diunggah Iran International menunjukkan massa aksi membakar seminari Syiah di wilayah barat Iran. Patung mantan komandan pasukan Quds IRGC, Qassem Soleimani, juga menjadi sasaran pembakaran di Kota Lali pada malam peringatan kematiannya akibat serangan AS pada tahun 2020.

Aksi protes terus berlangsung hingga Kamis (31/12/2025) malam tahun baru. Para demonstran meneriakkan berbagai slogan anti-rezim yang secara langsung menyasar Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Pasukan keamanan Iran, yang ditugaskan mengawasi jalannya demonstrasi, dilaporkan terlibat bentrokan dan melepaskan tembakan ke arah demonstran di beberapa titik. Di sejumlah lokasi, terlihat mobil-mobil dibakar. Kantor berita Mehr pada Kamis juga melaporkan kantor pemimpin salat Jumat di Kota Junqan turut menjadi target pembakaran.

Di tengah gejolak ini, pemerintah Iran pada Senin (29/12/2025) telah mengumumkan pergantian posisi gubernur bank sentral, dari Mohammad-Reza Farzin kepada mantan Menteri Ekonomi dan Keuangan, Abdolnasser Hemmati. Selanjutnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Kamis (31/12/2025) menunjuk Farzin sebagai ajudan ekonomi khususnya.

Mureks