RSUP Dr Sardjito Yogyakarta secara resmi memulai pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) setinggi 15 lantai. Proyek ambisius senilai Rp917 miliar ini didanai sepenuhnya dari Badan Layanan Umum (BLU) rumah sakit dan ditargetkan rampung pada tahun 2029.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking gedung CMU tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026. Acara penting ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta jajaran pimpinan RSUP Dr Sardjito.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Integrasi Layanan Medis Terpadu dalam Satu Kawasan
Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Eniarti, menjelaskan bahwa gedung CMU akan berdiri di atas lahan seluas 10.000 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 51.825 meter persegi. Desain gedung ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan medis dalam satu kawasan yang modern dan efisien.
“Gedung CMU ini akan menjadi pusat integrasi layanan medik terpadu yang menyatukan pelayanan rawat darurat, ICU, ICC jantung, kamar operasi, CAT lab, hingga layanan penunjang, laboratorium genomik, stem cell, radiologi, dan unit transfusi darah serta fasilitas modern lainnya,” ujar Eniarti dalam sambutannya.
Eniarti menambahkan, pembangunan gedung baru ini juga akan signifikan meningkatkan kapasitas tempat tidur rumah sakit. Menurut Mureks, peningkatan kapasitas ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang terus bertumbuh.
“Kemudian yang saat ini tempat tidur 942 menjadi 1.189. Memang yang terbanyak nanti adalah 302 untuk intensive care dengan 30 kamar operasi, 5 untuk robotik,” jelasnya.
Pendanaan Mandiri dan Jaminan Layanan BPJS
Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, menegaskan bahwa seluruh pendanaan pembangunan gedung CMU bersumber dari dana BLU rumah sakit. “Sumber dana kita nyebutnya dana BLU, Badan Layanan Umum, dari rumah sakit sendiri,” kata Banu saat dikonfirmasi.
Banu juga memastikan bahwa penggunaan dana mandiri ini tidak akan mengubah skema layanan rumah sakit kepada masyarakat. Seluruh pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan, tetap dapat mengakses layanan di gedung baru tersebut.
“Semua dilayani termasuk BPJS. 98 persen pasien kita BPJS,” pungkas Banu, menegaskan komitmen RSUP Dr Sardjito terhadap pelayanan kesehatan yang merata.






