Ribuan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diterjunkan ke Aceh Tamiang untuk membersihkan kantor-kantor pemerintahan yang terdampak banjir. Langkah ini diambil guna mempercepat pemulihan aktivitas dan pelayanan publik di wilayah tersebut pascabencana.
Sejak awal Januari 2026, para praja IPDN, khususnya dari kampus Jatinangor dan kampus daerah, bahu-membahu membersihkan lumpur yang menggenangi berbagai ruangan. Mereka tampak menyerok endapan lumpur yang memenuhi area kantor, serta menyingkirkan alat-alat seperti meja dan kursi untuk memudahkan proses pembersihan. Peralatan kantor yang rusak juga dipilah.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Praja Madya IPDN, Yohanes D Busawer, yang ditemui di lapangan pada Minggu (4/1), menjelaskan fokus kegiatan mereka. “Di sini kami dari satuan praja madya dan praja muda IPDN kampus Jatinangor dan kampus daerah sedang melaksanakan pembersihan gedung Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kabupaten Aceh Tamiang,” ujarnya.
Yohanes, praja asal Papua Barat Daya itu, menekankan pentingnya semangat gotong royong. “Kita harus saling bahu-membahu, gotong-royong untuk membantu pembersihan kantor pemerintahan yang ada di sini. Agar pegawai pemerintah di sini bisa mengakses kantor kembali. Kemudian pemerintahan di Aceh Tamiang dapat berjalan kembali dengan aman dan bersih,” tambahnya.
Mureks mencatat bahwa total 1.138 praja IPDN telah dikirim ke Aceh Tamiang secara bertahap. Kloter pertama yang berjumlah 413 orang diberangkatkan pada Sabtu (3/1). Selanjutnya, kloter kedua dan ketiga menyusul pada Minggu (4/1) dan Senin (5/1).
Momen keberangkatan para praja ini turut diunggah oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto melalui akun Instagram resminya @bimaaryasugiarto. Dalam video tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terlihat melepas keberangkatan praja pada Sabtu (3/1) dan sempat menyampaikan pidato di dalam pesawat sebelum lepas landas.
“Misi kemanusiaan kita menolong saudara-saudara kita,” tegas Tito di hadapan para taruna.
Bima Arya Sugiarto juga turut serta dalam keberangkatan tersebut. Setibanya di Aceh Tamiang, ia memberikan pengarahan kepada para praja, mengingatkan mereka akan tugas berat yang diemban. “Adik-adik praja, ini adalah medan perjuangan selama paling tidak satu bulan. Tugas kita di sini adalah membersihkan kantor-kantor dinas,” ucap Bima.
Sebanyak 413 praja yang tiba lebih dulu diarahkan ke sebuah bangunan semi-terbuka yang dilengkapi tandu-tandu lipat sebagai tempat istirahat. Para praja terlihat berjalan di atas lumpur, dengan beberapa di antaranya membawa bendera Merah Putih dan menancapkannya di sekitar lokasi bangunan.
“Arahan Pak Mendagri Tito, praja akan bantu proses percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana. Terima kasih Lion Air Group untuk kolaborasinya,” pungkas Bima Arya Sugiarto.






