Nasional

Revitalisasi SMK Negeri 7 Medan Bawa Semangat Baru, Siswa: Fasilitas Baru Dorong Raih Prestasi

MEDAN – Senyum sumringah terpancar dari wajah para siswa SMK Negeri 7 Medan. Sekolah kejuruan yang berlokasi di ibu kota Sumatra Utara ini baru saja rampung direvitalisasi oleh pemerintah, membawa angin segar bagi semangat belajar mereka.

Program revitalisasi yang menyasar lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Tanah Air ini, termasuk di Sumatra Utara, mendapat sambutan antusias dari jajaran guru dan siswa. SMK Negeri 7 Medan, misalnya, menerima bantuan senilai Rp3,17 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan empat gedung baru, yang secara signifikan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan di sekolah tersebut.

Muhammad Aji Surono, siswa kelas XI jurusan kuliner, mengungkapkan kegembiraannya atas perbaikan fasilitas. Menurutnya, kondisi bangunan dan sarana prasarana yang lebih baik memicu motivasi belajar.

“Perasaan senang membanjiri saya. Karena kan dengan adanya program ini, sekolah kami sangat terbantu akan fasilitas. Dan fasilitas yang kami terima, bisa membuat kami belajar dengan lebih nyaman,” kata Aji saat ditemui di sekolahnya, Senin (5/1).

Dukungan Digitalisasi Pembelajaran

Selain pembangunan fisik, SMK Negeri 7 Medan juga menerima dukungan digitalisasi pembelajaran. Bantuan ini mencakup Interactive Flat Panel (IFP) serta berbagai perangkat pendukung teknologi informasi lainnya.

Perangkat digital ini dirancang untuk memperkuat pembelajaran interaktif dan mendukung praktik pengajaran berbasis teknologi, sejalan dengan tuntutan era digital.

“Sebelumnya kan untuk gedung hanya lantai 1 sekarang ada lantai 2. Kursi-kursi menjadi lebih baru, dan meja juga baru,” sambung Aji. Ia menambahkan, fasilitas baru ini membuat ia dan rekan-rekannya semakin termotivasi untuk belajar lebih sungguh-sungguh demi meraih prestasi.

“Pastinya kami lebih semangat untuk belajar. Fasilitas baru, gedung baru, dan itu akan menambah semangat kami untuk lebih meraih ilmu dan prestasi,” ujar siswa yang dua hari lagi genap berusia 17 tahun tersebut.

Meski demikian, Aji mengakui adanya proses adaptasi yang dibutuhkan untuk sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran, khususnya penggunaan smart board atau Interactive Flat Panel (IFP) yang memodernisasi metode pengajaran.

“Karena kan beberapa siswa masih asing dengan smartboard ini. Tapi kalau untuk komputer, karena memang sudah diajar dari kelas 1, kami sudah mengenal basic-basic komputer. Jadi, kalau untuk komputer, kami tidak terlalu membutuhkan adaptasi berlebihan,” jelasnya.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

Aji berharap bantuan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan dapat terus digulirkan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Hal ini, menurutnya, krusial untuk memajukan mutu pendidikan nasional agar mampu bersaing dengan negara-negara maju di Asia seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea.

Mureks mencatat bahwa semangat dan harapan seperti yang diungkapkan Aji ini menjadi indikator positif keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM.

“Lalu untuk ke depannya, lanjutkan program-program yang mendukung pendidikan di Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih karena telah mendukung program-program yang sangat baik dan bagus untuk pendidikan Indonesia. Terima kasih, Presiden Prabowo,” tutupnya.

Mureks