Jumat, 02 Januari 2026 – Memasuki tahun baru, banyak individu menetapkan target ambisius: berjalan 10.000 langkah setiap hari, mengonsumsi lima porsi buah dan sayur, minum dua liter air, berolahraga satu jam, menabung, hingga mencapai target karier. Namun, di tengah padatnya daftar resolusi tersebut, seringkali muncul rasa kewalahan.
Lantas, jika harus memilih satu metrik harian yang paling fundamental untuk meningkatkan kualitas hidup, apa rekomendasi para ahli? Ternyata, jawabannya adalah delapan jam tidur berkualitas.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Prioritaskan Tidur, Langkah Akan Mengikuti
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Communications Medicine Journal pada awal Desember lalu menunjukkan bahwa tidur berkualitas baik secara signifikan meningkatkan kemungkinan seseorang mengambil lebih banyak langkah pada hari berikutnya. Sebaliknya, penambahan jumlah langkah harian tidak banyak mengubah kualitas tidur malam itu.
“Sleep is a basic health need just like eating well or staying active,” ujar Dr. Olalekan Otulana, seorang dokter umum dan fisikawan.
Studi tersebut menganalisis data dari lebih dari 70.000 pengguna global dua perangkat konsumen: Withings Sleep Analyzer (sensor di bawah kasur yang tervalidasi akurat mengukur tidur) dan pelacak kesehatan yang dikenakan di pergelangan tangan. Mureks mencatat bahwa penelitian ini memberikan bukti kuat tentang hubungan timbal balik antara tidur dan aktivitas fisik.
Temuan studi mengungkapkan bahwa sekitar enam jam tidur berkorelasi dengan jumlah langkah harian tertinggi. Selain itu, efisiensi tidur secara positif memengaruhi jumlah langkah keesokan harinya dalam korelasi langsung, artinya semakin baik kualitas tidur Anda, semakin banyak langkah yang cenderung Anda ambil.
Studi ini juga menyoroti bahwa hampir 17% orang rata-rata tidur kurang dari tujuh jam dan berjalan kurang dari 5.000 langkah setiap hari. Angka ini menjadi perhatian serius bagi para ahli kesehatan. Jika Anda termasuk dalam kelompok ini, penting untuk menyadari bahwa Anda tidak sendirian, namun bukan berarti harus berpuas diri. Tim redaksi Mureks menyoroti bahwa temuan ini sangat relevan bagi mereka yang sedang menyusun resolusi kesehatan di tahun 2026. Para ahli menegaskan, jika Anda ingin memprioritaskan kesehatan di tahun baru, sains menunjukkan bahwa tidur harus menjadi prioritas utama, dan keputusan sehat lainnya akan menyusul.
Kualitas Tidur Lebih Penting dari Kuantitas
Poin penting lain dari studi ini adalah kualitas tidur terbukti jauh lebih berpengaruh daripada durasi tidur. Tidur sembilan jam mungkin terdengar ideal, tetapi jika siklus tidur terganggu atau Anda tidak mencapai tahap tidur nyenyak yang restoratif, Anda tidak akan merasa segar (dan siap mencapai target langkah) saat bangun.
Lalu, bagaimana cara memastikan tidur Anda berkualitas baik? “Going to bed and waking up at roughly the same time every day trains your body clock and makes it easier to fall asleep and wake up naturally,” jelas Dr. Otulana.
Ia menambahkan, “Once that routine is in place it becomes much easier to reach the right amount of sleep without forcing it.” Senada dengan itu, Dr. Lamees Hamdan, seorang dokter medis integratif dan ahli umur panjang, mendukung pandangan ini. “Think of sleep like nutrition — it’s not just how much you get, but when and how consistently you get it that truly matters,” ujarnya.
Dampak Tidur pada Metrik Kesehatan Lain
Selain aktivitas fisik, tidur yang berkualitas juga memiliki pengaruh positif pada tujuan kesehatan dan kinerja Anda di tahun baru. Berikut alasannya:
1. Meningkatkan Energi
Penelitian baru ini menambah bukti ilmiah yang telah lama ada bahwa tidur adalah fondasi kinerja fisik. Ini mencerminkan konsep yang telah didesak oleh para spesialis tidur selama bertahun-tahun: tidur nyenyak dan Anda akan tampil lebih baik, baik secara fisik maupun mental.
“Sleep has a huge effect on physical activity,” kata Dr. Otulana. “When you are well rested your energy levels / coordination / motivation are all better which makes moving more likely and more enjoyable.”
Ia melanjutkan, “Poor sleep of course increases fatigue but it also slows reaction times so people are less active or struggle to hit their movement goals.” Dengan rutinitas tidur yang teratur, ritme sirkadian Anda akan melepaskan hormon pemicu tidur seperti melatonin di malam hari (sehingga tidur berkualitas lebih mudah didapat) dan hormon pemicu kewaspadaan seperti kortisol di siang hari, memberi Anda energi dan semangat untuk menjalani hari yang produktif.
2. Mengatur Rasa Lapar
Rasa lapar yang tidak terkontrol juga merupakan efek samping dari tidur yang buruk. “Poor sleep makes you more likely to make poor food choices, and load up on excess caffeine and sugar and simple carbs,” terang Dr. Hamdan, dan jurnal-jurnal ilmiah pun sepakat.
Sebuah studi dari Sleep Research Society menunjukkan bahwa kurang tidur meningkatkan rasa lapar dan menurunkan kontrol impuls kita, yang mengarah pada pilihan nutrisi yang lebih buruk. Hal ini terjadi karena hormon pemicu lapar, ghrelin, meningkat saat Anda kurang tidur, membuat Anda merasa lebih lapar dan kurang puas saat makan. Akibatnya, Anda lebih cenderung mencari camilan manis dan olahan yang menyebabkan lonjakan dan penurunan energi drastis, daripada makanan utuh yang menyehatkan dan menawarkan pelepasan energi berkelanjutan.
3. Meningkatkan Fungsi Kognitif
Bahkan jika tujuan tahun baru Anda tidak terkait dengan kesehatan, melainkan didorong oleh karier atau akademis, tidur yang baik harus ada dalam daftar prioritas Anda. Mengapa? “Sleep is essential for concentration, memory and decision making,” kata Dr. Otulana, dan “when sleep is poor, people often feel foggy, forgetful and slower thinking.” Tujuan karier Anda? Tiba-tiba menjadi lebih sulit untuk dicapai.
“Even a couple of short nights can reduce focus and problem solving and regular good sleep supports learning and wellbeing,” tambah Dr. Otulana.
“Tidur Bukan Waktu yang Terbuang”
Saat Anda menyongsong tahun baru dengan mengejar tujuan baru dan jadwal yang padat, ingatlah bahwa tidur adalah fondasi kesehatan yang baik. Tanpa itu, tubuh atau pikiran Anda tidak dapat berfungsi, apalagi berkembang.
“Sleep is not wasted time or a luxury,” tegas Dr. Otulana. “It is a basic health need just like eating well or staying active. Protecting your sleep often makes everything else people are working on, from exercise to mood to weight, much easier to achieve.”






