Rivalitas abadi antara Barcelona dan Real Madrid kerap menciptakan sekat tebal dalam opini para pemainnya. Sangat jarang ada ikon Los Blancos yang secara terbuka memuji bintang dari kubu musuh bebuyutan. Namun, sebuah pengecualian langka baru saja terjadi dan mengejutkan dunia sepak bola.
Seorang legenda terbesar yang pernah dimiliki Santiago Bernabeu, Raul Gonzalez, berani melawan arus tersebut. Sang Pangeran Madrid memberikan pandangan tak terduga dalam perdebatan siapa pemain terbaik sepanjang masa alias GOAT, padahal ia pernah berbagi ruang ganti dengan nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo hingga Zinedine Zidane.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Pilihan Raul ternyata tidak jatuh kepada mantan rekan setimnya di Madrid. Ia justru menunjuk Lionel Messi, musuh yang kerap merepotkannya di masa lalu, sebagai yang terbaik. Pengakuan mengejutkan dari pemilik nomor punggung 7 legendaris Madrid ini menjadi sorotan pada Jumat, 02 Januari 2026.
Pengakuan Mengejutkan dari Raul Gonzalez
Dalam sebuah wawancara terbaru dengan EDYYN yang dikutip oleh Mundo Deportivo, Raul tidak ragu menyebutkan nama-nama hebat yang pernah bermain bersamanya. Ia memiliki privilese luar biasa karena pernah satu tim dengan para Galacticos.
Namun, semua nama besar itu seolah tersisihkan ketika ia harus memilih satu yang paling istimewa. “Saya beruntung bisa bermain dengan pemain-pemain seperti (Zinedine) Zidane, Cristiano (Ronaldo), Ronaldo (Nazario), Figo,” kenang Raul membuka pembicaraan.
“Tapi menurut saya Messi adalah yang terbaik, dia sangat berbeda,” lanjutnya tegas tanpa keraguan. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa pernyataan ini memiliki bobot yang sangat signifikan. Pasalnya, Raul menghabiskan 21 tahun karier profesionalnya dikelilingi oleh talenta terbaik dunia di Real Madrid, namun matanya tetap tertuju pada magis La Pulga.
Sihir Jalanan Lionel Messi
Alasan Raul menempatkan Messi di atas Cristiano Ronaldo dan legenda lainnya cukup sederhana namun mendalam. Ia melihat sesuatu yang tidak dimiliki pemain lain pada diri kapten Argentina tersebut.
Menurut Raul, Messi memiliki kemampuan langka untuk menyederhanakan hal-hal rumit di atas lapangan hijau. “Dia membuat segalanya terlihat mudah; hal-hal yang Anda pikir mustahil, dia membuatnya terlihat sederhana,” jelas Raul memberikan alasan.
Ia lantas memberikan analogi menarik tentang gaya bermain Messi yang tampak begitu natural. Tidak ada beban, murni bakat alami yang mengalir begitu saja. “Seolah-olah dia sedang bermain dengan teman-temannya di jalanan,” tambah Raul menggambarkan keluwesan sang megabintang Barcelona.
Raul, Sang Legenda Bernabeu
Pujian ini terasa sangat mahal mengingat siapa sosok yang mengucapkannya. Raul Gonzalez bukan sekadar mantan pemain, ia adalah monumen hidup bagi sejarah Real Madrid.
Selama 16 musim membela panji Los Blancos dari 1994 hingga 2010, ia telah memberikan segalanya. Total 16 gelar juara, termasuk tiga trofi Liga Champions dan enam titel La Liga, menjadi bukti sahih dedikasinya.
Statistik individunya pun sangat mengerikan. Ia mencetak 323 gol dan memberikan 115 assist dalam 741 pertandingan, menjadikannya pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah klub, bahkan melampaui Iker Casillas. Sebagai pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah Madrid di bawah Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema, pendapat Raul jelas bukan opini kacangan.
Saksi Mata Kedahsyatan Messi dan Ronaldo
Raul memiliki perspektif unik karena ia pernah merasakan langsung bersaing melawan Messi dan bermain bersama Ronaldo. Antara debut Messi pada 2004 hingga kepergian Raul pada 2010, mereka berduel delapan kali di El Clasico.
Raul bahkan menjadi starter dalam laga legendaris tahun 2007 di Camp Nou. Kala itu, ia menyaksikan sendiri bagaimana Messi muda mencetak hat-trick pertamanya ke gawang Madrid dalam hasil imbang 3-3.
Di sisi lain, Raul juga sempat menjadi mentor bagi Cristiano Ronaldo. Pada musim terakhirnya bersama Madrid (2009/2010), ia berbagi lapangan dengan CR7 yang baru datang dari Manchester United. Sebelum hijrah ke Schalke 04 dan mewariskan nomor punggung 7 keramatnya, Raul sempat tampil dua kali bersama Ronaldo menghadapi Messi. Sayangnya, kedua laga tersebut berakhir dengan kemenangan untuk Barcelona.
Pengalaman bermain bersama Ronaldo ternyata tidak cukup untuk mengubah pandangannya. Bagi Raul, tahta pemain terbaik tetap menjadi milik sang rival, Lionel Messi.






