Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendesak jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru untuk memiliki komitmen kuat dalam memberantas praktik ‘goreng-menggoreng’ saham di pasar modal Tanah Air. Permintaan ini disampaikan Purbaya menjelang pergantian jajaran direksi BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada Juni 2026 mendatang.
Purbaya menekankan pentingnya kepemimpinan BEI yang mampu memahami dinamika pasar dan mengembangkan basis investor, baik ritel maupun institusi. Namun, prioritas utamanya adalah pembersihan pasar dari praktik manipulatif.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
“Pokoknya harus bisa mengerti pasar, dan bisa mengembangkan base dari investor retail dan institusi di sini. Dan yang paling penting adalah mereka punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,” tegas Purbaya saat ditemui media di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (02/01/2026).
Sebelumnya, Purbaya telah menjanjikan insentif fiskal guna mendorong peningkatan jumlah investor ritel di pasar saham Indonesia. Janji tersebut dipaparkannya dalam Financial Forum 2025 yang diselenggarakan CNBC Indonesia di Main Hall, BEI, pada Rabu (3/12/2025). Mureks mencatat bahwa janji ini disertai syarat tegas: pasar modal harus bersih dari praktik ‘saham gorengan’ yang merugikan investor kecil.
Purbaya menegaskan kembali bahwa insentif tersebut akan diberikan jika ada perbaikan signifikan dalam penanganan manipulasi pasar. “Seperti janji saya kalau Pak Mahendra bisa bereskan goreng-gorengan itu, investor kan masuk saya akan beri tambahan insentif biar orang makin banyak masuk ke pasar saham. Saya tunggu tindakan dar Pak Mahendra dan Bursa (BEI),” kata Purbaya pada kesempatan sebelumnya, Rabu (3/12/2025).
Ia juga mendesak agar oknum-oknum yang terlibat dalam praktik ‘goreng-menggoreng’ saham ditangkap dan dihukum. Menurut Mureks, langkah pembersihan ini krusial untuk memastikan investor ritel tidak tertipu dan merasa aman berinvestasi di pasar modal.






