Putri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Kim Ju Ae, untuk pertama kalinya mengunjungi mausoleum tempat peristirahatan kakek dan buyutnya di awal tahun baru 2026 ini. Kunjungan ini kian mempertegas posisinya sebagai calon penerus rezim.
Sebagaimana terlihat dalam gambar yang dirilis media pemerintah pada Jumat (02/01/2026), Kim Ju Ae terlihat mengunjungi mausoleum bersama sang ayah, Kim Jong Un, dan beberapa pejabat Korut lainnya.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Dinasti Kim dan Garis Keturunan Paektu
Keluarga Kim Jong Un telah memerintah Korea Utara dengan tangan besi selama puluhan tahun. Kultus individu yang mengelilingi apa yang disebut sebagai “garis keturunan Paektu” mendominasi kehidupan sehari-hari di negara tertutup tersebut.
Kim Jong Un merupakan generasi ketiga yang memimpin Korut setelah ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung. Sang ayah dan kakek dijuluki sebagai “pemimpin abadi” oleh warga Korut. Keduanya dimakamkan di Istana Matahari Kumsusan, sebuah mausoleum besar yang terletak di pusat ibu kota Pyongyang.
Dinasti politik Korut ini sering disebut sebagai satu-satunya monarki komunis di dunia. Menurut pantauan Mureks, kunjungan Kim Ju Ae ke mausoleum leluhur ini memiliki bobot simbolis yang sangat kuat dalam budaya politik Korea Utara.
Perjalanan Kim Ju Ae Menuju Panggung Politik
Badan intelijen Korea Selatan tahun lalu menyatakan bahwa Ju Ae kini dipahami sebagai calon penerus kepemimpinan Korut. Pernyataan ini muncul setelah ia mendampingi ayahnya dalam kunjungan tingkat tinggi ke Beijing.
Ju Ae pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 2022, ketika ia mendampingi Kim Jong Un saat peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM). Sejak itu, media pemerintah Korea Utara menyebutnya sebagai “anak tercinta” serta “tokoh besar penuntun” atau hyangdo, istilah yang biasanya hanya digunakan untuk pemimpin tertinggi dan para penerusnya.
Sebelum 2022, satu-satunya konfirmasi mengenai keberadaan Ju Ae datang dari mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang mengunjungi Korea Utara pada 2013. Rodman merupakan teman dekat Kim Jong Un yang beberapa kali berkunjung ke Korut.






