Puluhan orang dilaporkan tewas dan sekitar 100 lainnya mengalami luka-luka menyusul ledakan yang memicu kebakaran hebat di sebuah bar di kota resor ski mewah Crans-Montana, Swiss. Insiden tragis ini terjadi saat malam pergantian tahun baru, Jumat (02/01/2026), ketika bar tersebut dipadati pengunjung yang merayakan.
Ledakan dan Kebakaran di Le Constellation
Bar Le Constellation, lokasi kejadian, menjadi pusat perayaan malam terakhir tahun 2025. Menurut situs resmi Crans-Montana, bar ini memiliki kapasitas hingga 300 orang di dalam ruangan, ditambah sekitar 40 orang di area teras. Insiden terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat (00.30 GMT).
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Polisi, petugas pemadam kebakaran, dan tim penyelamat segera dikerahkan ke resor populer yang dikenal sebagai salah satu destinasi ski papan atas di Eropa tersebut. Kobaran api berwarna jingga terang terlihat menyembur keluar dari bar, seperti yang direkam oleh seorang wisatawan asal New York.
“Saya melihat orang-orang berlarian sambil berteriak dalam kegelapan,” ujar wisatawan tersebut kepada AFP, menggambarkan kepanikan yang terjadi.
Penyelidikan dan Pernyataan Otoritas
Otoritas Swiss masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran dan ledakan. Polisi melaporkan bahwa kebakaran dipicu oleh ledakan yang sumbernya belum jelas. Namun, mereka menegaskan tidak ada indikasi bahwa insiden ini disebabkan oleh sebuah “serangan”.
“Puluhan orang diduga meninggal dunia,” kata Frederic Gisler, komandan polisi di kanton Wallis, Swiss barat daya, kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa sekitar 100 orang mengalami luka-luka, banyak di antaranya dalam kondisi serius.
“Saat ini, seluruh korban luka sedang menjalani perawatan,” ujarnya. Mureks mencatat bahwa rumah sakit di wilayah Wallis dilaporkan penuh dan telah menetapkan status darurat, sehingga para korban luka dipindahkan ke berbagai rumah sakit di seluruh Swiss.
Kondisi Pasca-Insiden dan Dugaan Awal
Beberapa jam setelah kejadian, ambulans masih terlihat terparkir di luar bar, dengan jendela-jendela pecah. Media lokal melaporkan bahwa “bau hangus masih tercium di udara” di sekitar lokasi. Pihak berwenang menyatakan masih terlalu dini untuk memberikan angka pasti korban.
Mengingat Crans-Montana kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai negara, diperkirakan korban berasal dari beragam kewarganegaraan. Laporan awal Kementerian Luar Negeri Prancis menyebutkan setidaknya dua warga negara Prancis termasuk di antara korban luka.
Media Swiss menduga kebakaran mungkin dipicu oleh penggunaan piroteknik saat sebuah konser berlangsung. Polisi telah menyatakan area tersebut “sepenuhnya ditutup untuk umum” dan “zona larangan terbang di atas Crans-Montana telah diberlakukan”.
“Pesta sedang berlangsung meriah… musik dan sampanye mengalir bebas,” ujar seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kepada surat kabar Lausanne, 24 heures, menggambarkan suasana sebelum tragedi.






