Internasional

India Resmi Klaim Lampaui Jepang sebagai Ekonomi Terbesar Keempat Dunia, Bidik Jerman dalam Tiga Tahun

Jakarta, Mureks – India secara resmi mengklaim telah melampaui Jepang sebagai kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia. Ambisi New Delhi tidak berhenti di situ, dengan target untuk menyalip Jerman dan menduduki peringkat ketiga dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Klaim ini terungkap dalam perhitungan tinjauan ekonomi akhir tahun pemerintah India. Namun, konfirmasi resmi atas pencapaian ini masih menanti rilis data produk domestik bruto (PDB) tahunan final pada tahun 2026.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

“India termasuk di antara ekonomi utama yang tumbuh paling cepat di dunia dan berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan momentum ini,” demikian bunyi catatan pengarahan ekonomi pemerintah, seperti dikutip AFP pada Jumat (2/1/2026).

Catatan tersebut lebih lanjut merinci, “Dengan PDB senilai US$4,18 triliun (sekitar Rp 69 ribu triliun), India telah melampaui Jepang untuk menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia, dan siap untuk menggantikan Jerman dari peringkat ketiga dalam dua setengah hingga tiga tahun ke depan, dengan proyeksi PDB sebesar US$7,3 triliun pada tahun 2030.”

Proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) untuk tahun 2026 juga mendukung optimisme India, menempatkan ekonomi negara tersebut pada US$4,51 triliun, sedikit di atas Jepang yang diperkirakan sebesar US$4,46 triliun. Penilaian optimis ini muncul meskipun Washington pada Agustus lalu mengenakan tarif besar kepada New Delhi atas pembelian minyak Rusia.

Pemerintah India menyatakan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan ini mencerminkan “ketahanan di tengah ketidakpastian perdagangan global yang terus-menerus.”

Tantangan di Balik Angka Pertumbuhan

Meskipun angka pertumbuhan ekonomi India mengesankan, pengukuran lain menawarkan prospek yang lebih kompleks. Dari segi populasi, India telah melampaui China sebagai negara terpadat di dunia pada tahun 2023.

Namun, menurut angka terbaru Bank Dunia, PDB per kapita India pada tahun 2024 hanya US$2.694. Angka ini 12 kali lebih kecil dibandingkan Jepang yang sebesar US$32.487, dan bahkan 20 kali lebih kecil daripada Jerman yang mencapai US$56.103. Mureks mencatat bahwa disparitas ini menunjukkan tantangan besar dalam pemerataan kesejahteraan.

Lebih dari seperempat dari 1,4 miliar penduduk India berusia antara 10 dan 26 tahun. Negara ini masih berjuang untuk menciptakan lapangan kerja bergaji tinggi bagi jutaan lulusan muda yang terus bertambah.

“Sebagai salah satu negara termuda di dunia, kisah pertumbuhan India dibentuk oleh kemampuannya untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas yang secara produktif menyerap angkatan kerja yang terus berkembang dan memberikan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan,” tambah catatan pemerintah.

Perdana Menteri Narendra Modi pada tahun ini meluncurkan pemotongan pajak konsumsi besar-besaran dan mendorong reformasi hukum ketenagakerjaan. Langkah ini diambil setelah pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah dalam empat tahun, dalam 12 bulan yang berakhir pada 31 Maret.

Rupee India juga mencapai titik terendah sepanjang masa terhadap dolar pada awal Desember, setelah turun sekitar lima persen pada tahun 2025. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran yang terus berlanjut tentang kurangnya kesepakatan perdagangan dengan Washington dan dampak bea masuk terhadap barang-barang negara tersebut.

Secara historis, India telah menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2022, ketika PDB-nya melampaui PDB bekas penguasa kolonial Inggris. IMF juga telah memperkirakan India akan melampaui Jepang pada tahun depan.

Mureks