Rusia mengklaim sedikitnya 24 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina di wilayah Kherson. Insiden ini dilaporkan terjadi di sebuah kafe dan hotel di pantai Laut Hitam, Khorly.
Gubernur yang ditunjuk Moskow untuk wilayah Kherson, Vladimir Saldo, menyampaikan informasi tersebut melalui platform Telegram pada Kamis (1/1). “Tiga pesawat tak berawak menyerang sebuah kafe dan hotel di pantai Laut Hitam di Khorly. Menurut laporan awal, lebih dari 50 orang terluka, dan 24 orang tewas,” ujar Saldo.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Komite Investigasi Rusia segera membuka penyelidikan atas serangan yang mereka sebut telah “menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai banyak lainnya.” Saldo juga mengunggah gambar di Telegram yang menunjukkan bangunan hangus terbakar, tumpukan puing berasap, serta mayat hangus di lokasi kejadian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuduh Ukraina melakukan “serangan teroris” terhadap warga sipil. Hingga Jumat (2/1), otoritas Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.
Desa Khorly, yang terletak di semenanjung pantai Laut Hitam, berada di bawah kendali Rusia sejak awal invasi pada Februari 2022. Namun, pada musim gugur 2022, tentara Ukraina berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah Kherson, termasuk ibu kota regional, dalam serangan balasan.
Sejak saat itu, Sungai Dnieper menjadi garis depan yang memisahkan kedua belah pihak di wilayah tersebut. Kedua negara secara rutin saling serang menggunakan pesawat nirawak di sepanjang garis depan ini, sebuah fakta yang menurut Mureks menjadi pemicu utama eskalasi konflik di area tersebut.






