Duta Besar (Dubes) Spanyol untuk Indonesia, Bernardo de Sicart Escoda, secara resmi mengirimkan surat kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Surat tersebut berisi permohonan agar Basarnas melanjutkan upaya pencarian empat warga negara Spanyol yang dilaporkan hilang di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional (TN) Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Empat warga Spanyol yang menjadi fokus pencarian tersebut termasuk pelatih sepak bola tim putri Valencia FC, Fernando Martin, beserta tiga anaknya. Mereka dilaporkan tenggelam setelah kapal yang mereka tumpangi, KM Putri Sakinah, mengalami kecelakaan pada Jumat (26/12) malam.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Permohonan Dubes Spanyol
Dalam suratnya yang bertanggal 31 Desember 2025, Dubes Bernardo de Sicart Escoda menyampaikan apresiasi tinggi kepada otoritas Indonesia. “Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada seluruh otoritas Indonesia yang menjalankan tugas dengan baik untuk menyelamatkan warga negara Spanyol dan untuk menemukan jenazah warga negara kita yang hilang,” tulis Bernardo.
Namun, ia juga menegaskan harapannya agar pencarian tidak dihentikan. “Oleh karena itu, setelah beberapa hari, saya ingin meminta Anda untuk melanjutkan upaya pencarian hingga jenazah ditemukan,” tambahnya.
Bernardo menekankan bahwa kelanjutan pencarian ini sangat krusial bagi keluarga korban yang selamat. Menurut Mureks, keluarga tersebut sangat berharap jenazah para korban dapat ditemukan untuk memberikan ketenangan. “Seperti yang disampaikan kepada kami oleh keluarga, saya sangat percaya bahwa pencarian dapat dilanjutkan. Dan saya memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan jaminan pertimbangan tertinggi saya,” ujarnya.
Kronologi Kecelakaan KM Putri Sakinah
Insiden nahas ini terjadi pekan lalu, ketika kapal wisata KM Putri Sakinah yang mengangkut total 11 orang mengalami kecelakaan di perairan Pulau Padar. Selain Fernando Martin dan keluarganya, kapal tersebut juga membawa empat anak buah kapal (ABK) dan satu pemandu wisata.
Keluarga Fernando yang berada di kapal terdiri dari istrinya, Mar Martinez Ortuno, satu anak perempuan, dan tiga anak laki-laki yang berusia antara 9 hingga 12 tahun.
Berdasarkan keterangan nakhoda kapal, Lukman, Fernando Martin dan ketiga anaknya sedang tidur di kabin bagian lambung kapal saat kejadian. Sementara itu, istrinya, Mar Martinez Ortuno, dan satu anak perempuan mereka yang berusia 7 tahun, tidur di kabin atas.
Mar dan anak perempuannya berhasil menyelamatkan diri dari kabin dan dinyatakan selamat. Namun, Lukman menjelaskan bahwa kru kapal tidak dapat menolong Fernando beserta tiga anaknya karena kapal terus tenggelam ke dasar laut dengan cepat.






