Dua orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan di Kota Lordegan, Iran, pada Kamis (1/1). Insiden ini menambah daftar korban di tengah gelombang protes besar-besaran yang melanda negara tersebut akibat krisis ekonomi.
Kantor berita Fars melaporkan, “Jumlah korban di Lordegan hari ini berjumlah dua orang.” Dalam bentrokan tersebut, massa melemparkan batu ke sejumlah gedung vital, termasuk kantor gubernur provinsi, masjid, Yayasan Martir, balai kota, dan bank. Pasukan keamanan merespons dengan menembakkan gas air mata, menyebabkan sejumlah orang terluka.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Iran telah diguncang demonstrasi berskala besar setelah negara itu didera krisis ekonomi parah, yang merupakan buntut dari sanksi internasional. Mureks mencatat bahwa tekanan ekonomi ini telah memicu ketidakpuasan meluas di berbagai lapisan masyarakat.
Sebelumnya, kantor berita Iran yang terkait gerakan buruh, Ilna, melaporkan bahwa sejumlah mahasiswa juga berunjuk rasa pada Selasa (30/12). Aksi tersebut memprotes krisis moneter yang mengguncang hebat Iran, berlangsung di 10 universitas, tujuh di antaranya merupakan kampus bergengsi di ibu kota Teheran.
Gelombang protes mahasiswa ini menyusul aksi serupa yang dilakukan para pedagang di Teheran pada Senin (29/12). Mereka menyuarakan kekecewaan atas anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang pada Minggu (28/12) mencapai level terendah sepanjang masa, yakni 1,42 juta per dolar.
Menurut surat kabar Etemad, seorang pedagang mengeluh tentang sikap acuh tak acuh para pejabat terhadap kesulitan yang dihadapi pedagang dalam menghadapi kenaikan biaya impor. “Mereka bahkan tidak menindaklanjuti bagaimana harga dolar memengaruhi kehidupan kami,” ucap pedagang yang memilih identitasnya diungkap secara anonim itu.
Menanggapi situasi ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menemui para pemimpin demo dan berjanji akan mengatasi krisis ekonomi, demikian menurut kantor berita Mehr. Pezeshkian menyatakan komitmennya melalui unggahan di media sosial.
“Saya telah meminta menteri dalam negeri untuk mendengarkan tuntutan rakyat dengan melakukan dialog bersama perwakilan mereka sehingga pemerintah dapat melakukan segala upaya untuk menyelesaikan masalah dan bertindak secara bertanggung jawab,” kata Pezeshkian.






