Internasional

Serangan Granat Teror Pesta Tahun Baru di Cotabato, 22 Warga Terluka

Perayaan malam Tahun Baru di wilayah Cotabato, Filipina, berubah menjadi mencekam setelah sebuah serangan granat mengguncang lokasi pesta di pinggir jalan pada Rabu dini hari. Insiden tragis ini menyebabkan 22 orang mengalami luka-luka.

Kepolisian Matalam mengungkapkan bahwa serangan terjadi di Barangay Dalapitan, tak lama setelah pukul 00.00 waktu setempat. Menurut keterangan saksi mata, dua orang tersangka yang berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di depan kerumunan warga yang sedang berpesta dan melemparkan bahan peledak ke arah mereka.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Pihak kepolisian meyakini senjata yang digunakan adalah granat tangan, merujuk pada temuan serpihan tajam (shrapnel) yang ditemukan di lokasi kejadian. Saat ini, tim penyidik tengah mendalami rekaman CCTV untuk mengidentifikasi dan melacak keberadaan kedua pelaku yang bertanggung jawab atas serangan ini.

Gubernur Cotabato, Emmylou Mendoza, mengutuk keras serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak memiliki tempat di wilayah yang dipimpinnya. “Kekerasan tidak punya tempat di provinsi ini,” tegas Mendoza dalam pernyataan resminya.

Mendoza juga telah menginstruksikan kepolisian Matalam untuk bekerja cepat menangkap para pelaku agar dapat diseret ke pengadilan. Beruntung, meskipun menimbulkan puluhan korban luka, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan ini. Pemerintah daerah berjanji akan memberikan bantuan medis dan dukungan penuh kepada seluruh korban terdampak.

Mureks mencatat bahwa serangan ini menambah daftar panjang insiden keamanan di wilayah selatan Filipina. Kawasan tersebut selama ini memang menjadi perhatian khusus otoritas keamanan setempat terkait aktivitas kelompok bersenjata yang kerap memicu ketidakstabilan.

Mureks