Jumat, 09 Januari 2026 – Hampir 20 eksekutif perusahaan minyak terkemuka, termasuk veteran industri Harold Hamm, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Donald Trump dan para pejabat tinggi di Gedung Putih. Pertemuan ini bertujuan membahas upaya pemerintah Amerika Serikat untuk membangun kembali sektor energi Venezuela yang saat ini terpuruk.
Susunan peserta yang akan hadir merupakan deretan tokoh terkemuka di industri minyak Amerika. Perwakilan dari raksasa energi seperti Chevron Corp., Exxon Mobil Corp., dan ConocoPhillips, serta perusahaan lain, menanggapi seruan Trump untuk mendiskusikan potensi pemulihan produksi minyak Venezuela.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Produksi minyak Venezuela sendiri telah anjlok drastis akibat kerusakan bertahun-tahun, penurunan investasi, dan eksodus perusahaan asing. Mureks mencatat bahwa pertemuan ini menjadi indikasi kuat fokus pemerintahan Trump terhadap isu energi global dan stabilitas pasokan minyak.
Orang-orang yang mengetahui masalah ini, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena diskusi bersifat pribadi, mengungkapkan bahwa perwakilan dari perusahaan perdagangan minyak Vitol Group dan Trafigura Group juga berencana menghadiri pertemuan tersebut. Selain itu, Repsol SA dari Spanyol, yang memiliki saham di ladang minyak besar Venezuela, perusahaan penyulingan, dan setidaknya satu perusahaan jasa ladang minyak, turut dijadwalkan hadir.






