Tren

Insanul Fahmi: “Aku Bakal Gentleman”, Siap Bersujud Demi Damai dengan Wardatina Mawa

Pengusaha Insanul Fahmi menyatakan keseriusannya untuk berdamai dengan istri pertamanya, Wardatina Mawa, di tengah konflik rumah tangga yang belum usai. Ia bahkan mengaku siap merendahkan diri, termasuk bersujud, demi memperbaiki hubungan yang retak tersebut.

“Aku bakal gentleman nanti minta difasilitasin juga dari Bang Tommy, untuk ketemu sama keluarga, pastinya sama Mawa dan anak juga sih,” ungkap Insanul Fahmi di Bareskrim Polri pada Kamis, 8 Januari 2026.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Melalui kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, Insanul Fahmi disebut tidak main-main dengan niat damai yang ingin ditempuh. Tommy menegaskan bahwa kliennya siap melakukan apa pun demi menunjukkan penyesalan dan iktikad baik kepada Wardatina Mawa, yang hingga kini masih berstatus istri sah.

“Insanul gentleman. Mau bersujud bahkan juga meminta maaf kepada Mawa, itu informasinya, karena memang walau bagaimana pun juga istri sah itu masih melekat di dirinya adalah Mawa,” jelas Tommy.

Menurut Insanul, upaya komunikasi langsung yang telah ia coba selama ini selalu menemui jalan buntu. “Kalau langkah-langkahnya sudah dari lama saya coba untuk komunikasi, selalu pengin ketemu,” tambahnya.

Ia menduga adanya pengaruh dari pihak-pihak tertentu yang membuat situasi semakin rumit dan hubungan keduanya kian menjauh. Insanul Fahmi meyakini bahwa sikap keras Wardatina Mawa yang menolak upaya damai bukan sepenuhnya datang dari keinginannya sendiri.

“Ya pasti ada yang nge-brainwash Mawa. Jadi niat kita ke proses hukum di Bareskrim sebenarnya bukan untuk menyudutkan Mawa, justru kita ingin ngebuka siapa aja orang-orang yang mencoba menghasut,” terang Insanul Fahmi.

Atas dasar itu, proses hukum yang tengah berjalan disebut bukan bertujuan untuk menyerang atau menjatuhkan Wardatina Mawa. Sebaliknya, Insanul Fahmi justru ingin membongkar pihak-pihak yang dianggap memperkeruh konflik rumah tangganya.

Insanul Fahmi pun berharap pertemuan secara langsung dengan keluarga besar Wardatina Mawa dapat membuka ruang dialog yang lebih jernih. Ia menaruh harapan besar pada penyelesaian konflik melalui pendekatan Restorative Justice, yang dinilai lebih mengedepankan perdamaian ketimbang konflik berkepanjangan. Catatan Mureks menunjukkan, pendekatan ini seringkali efektif dalam kasus-kasus personal yang melibatkan emosi dan hubungan keluarga.

Mureks