Tren

Perbandingan Rekam Jejak Pelatih Timnas: Herdman, Kluivert, dan Shin Tae-yong, Siapa Unggul?

Penunjukan John Herdman sebagai Kepala Pelatih baru Tim Nasional Putra Indonesia oleh PSSI pada Sabtu, 10 Januari 2026, menambah daftar panjang nakhoda asing berpengalaman yang pernah atau sedang memimpin skuad Garuda. Herdman kini bersanding dengan nama-nama seperti Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong, yang masing-masing membawa filosofi dan capaian berbeda selama masa kepemimpinan mereka.

Rekam Jejak Kepelatihan Sebelum Menukangi Garuda

Sebelum dipercaya menangani Timnas Indonesia, John Herdman tercatat telah memimpin 108 pertandingan. Dari jumlah tersebut, ia berhasil meraih 54 kemenangan, 13 kali seri, dan 41 kekalahan. Catatan ini mencerminkan tingkat kemenangan mendekati 50 persen, dengan rata-rata perolehan 1,62 poin di setiap pertandingan.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Sementara itu, Patrick Kluivert memiliki rekam jejak memimpin 88 pertandingan di level klub dan tim nasional sebelum datang ke Indonesia. Rinciannya adalah 40 kemenangan, 19 imbang, dan 29 kekalahan, menempatkan tingkat kemenangan di kisaran 46 persen.

Shin Tae-yong, di sisi lain, memiliki pengalaman paling panjang dengan total 361 pertandingan sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia. Ia mencatatkan 155 kemenangan, 85 hasil imbang, dan 121 kekalahan, atau sekitar 42 persen tingkat kemenangan dari seluruh laga yang dipimpinnya. Dalam ringkasan Mureks, perbedaan volume pertandingan ini menjadi konteks penting, mengingat Shin Tae-yong lama berkecimpung di sepak bola Korea Selatan pada level klub, timnas senior, dan kelompok umur, sementara Herdman dan Kluivert menempuh jalur karier dengan volume laga yang lebih sedikit.

Prestasi Internasional dan Klub

Dari sisi prestasi internasional, Herdman memiliki reputasi kuat berkat pencapaiannya bersama Timnas Selandia Baru Putri, Timnas Kanada Putri, serta Timnas Kanada Putra. Ini termasuk partisipasi di Piala Dunia Putri, perolehan medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, hingga keberhasilannya membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian 36 tahun.

Shin Tae-yong juga memiliki daftar prestasi yang luas. Ia pernah menjuarai Liga Champions Asia bersama Seongnam Ilhwa Chunma, membawa Timnas Korea Selatan U-23 menjadi runner-up Piala Asia U-23, serta menjuarai EAFF Championship 2017 bersama Timnas Korea Selatan. Bersama Timnas Indonesia, Shin Tae-yong berhasil menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 dan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Adapun Kluivert, mencatatkan prestasi kepelatihan yang lebih terbatas. Gelar juara Beloften Eredivisie 2011/2012 bersama FC Twente U-21 menjadi pencapaian paling menonjol di level klub sebelum menukangi Timnas Indonesia.

Perjalanan Bersama Timnas Indonesia

Ketika sudah menangani Timnas Indonesia, catatan Kluivert menunjukkan delapan pertandingan dengan tiga kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan. Periode kepelatihannya dari Januari hingga Oktober 2025 juga diwarnai kegagalan meloloskan Garuda ke Piala Dunia 2026.

Shin Tae-yong mencatatkan 57 pertandingan bersama Timnas Indonesia dari Januari 2020 hingga Januari 2025, dengan hasil 26 kemenangan, 14 imbang, dan 17 kekalahan.

Reputasi dan Filosofi Kepelatihan

Secara reputasi global, Herdman dikenal sebagai pelatih spesialis pembangunan tim nasional dengan fondasi jangka panjang. Hal ini terbukti dari berbagai penghargaan individu dan kolektif di Kanada, Selandia Baru, serta pengakuan dari CONCACAF dan FIFA. Shin Tae-yong membangun reputasi sebagai pelatih berkarakter disiplin tinggi dengan pengalaman turnamen besar dan pengembangan pemain muda. Sementara itu, Kluivert lebih populer sebagai legenda pemain yang masih mencari konsistensi prestasi di level kepelatihan.

Dengan latar belakang tersebut, Herdman datang ke Timnas Indonesia membawa catatan kemenangan tertinggi secara persentase sebelum melatih Garuda, reputasi internasional yang kuat, serta ekspektasi besar untuk menyamai atau melampaui capaian era Shin Tae-yong dalam babak pembangunan Garuda.

Mureks