Tren

Dokter Ungkap 4 Alasan Medis di Balik Perasaan Organ Intim Pria yang Tampak Menyusut

Kecemasan mengenai ukuran organ intim pria merupakan hal yang umum, baik bagi mereka yang mengalami pembesaran signifikan saat ereksi (grower) maupun yang ukurannya relatif stabil (shower). Namun, kekhawatiran ini dapat meningkat drastis ketika muncul persepsi bahwa organ vital tersebut benar-benar menyusut.

Kabar baiknya, jika kondisi tersebut terjadi, biasanya ada penjelasan medis yang masuk akal beserta solusinya. Dr. Rena Malik, seorang dokter spesialis urologi sekaligus ahli bedah panggul, menjelaskan bahwa panjang organ intim pria dapat berubah-ubah karena berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi suhu lingkungan, tingkat ereksi saat itu, hingga kondisi stres yang dialami.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Malik juga memaparkan metode pengukuran yang digunakan para ahli. “Saat dokter urologi mengukur panjang organ intim pria, caranya selalu sama setiap kali. Umumnya, pengukuran dilakukan dalam kondisi tidak ereksi, ditarik hingga maksimal, dan di ruangan yang hangat,” kata dia, dikutip dari laman Mens Health pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Empat Penyebab Medis Organ Intim Pria Terasa Mengecil

Mureks merangkum, Malik kemudian memaparkan empat alasan utama mengapa panjang organ intim pria bisa terasa atau tampak berkurang seiring waktu:

1. Kenaikan Berat Badan
Alasan pertama dan yang paling sering sebenarnya bukan karena organ intim benar-benar menyusut, melainkan karena kenaikan berat badan. “Ketika seseorang bertambah berat badan, terutama di area perut dan sekitar kemaluan, sebagian batang penis jadi tertutup sehingga terlihat lebih pendek,” ujar Malik.

2. Operasi Pengangkatan Prostat
Alasan kedua berkaitan dengan operasi pengangkatan prostat. Setelah prosedur ini, sebagian pria memang bisa merasakan pemendekan panjang alat vital, biasanya sekitar 1 hingga 2 sentimeter. “Dalam beberapa kasus, panjangnya bisa kembali perlahan seiring waktu, tapi kondisi ini cukup umum terjadi setelah operasi prostat,” jelas Malik.

3. Penyakit Peyronie
Penyebab ketiga adalah penyakit Peyronie, yaitu kondisi ketika terbentuk jaringan parut atau plak di dalam organ intim yang membuat bentuknya berubah, melengkung, atau menekuk. “Biasanya ini mudah dikenali karena muncul benjolan yang terasa jelas, atau arah lengkungan penis yang berbeda dari biasanya,” kata Malik.

4. Fibrosis Korporal
Penyebab keempat yang cukup sering adalah fibrosis korporal, yakni kondisi ketika aliran darah ke organ intim berkurang sehingga juga memengaruhi kualitas ereksi. Masalah ini bisa dipicu oleh penyakit seperti jantung dan diabetes, atau akibat cedera mikro yang terjadi saat berolahraga maupun saat aktivitas seksual yang terlalu intens.

Singkatnya, perubahan ukuran organ intim pria jarang terjadi tanpa sebab. Dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan faktor kesehatan atau perubahan tubuh yang masih bisa ditangani dengan pendekatan yang tepat.

Mureks