Setelah lima tahun mendominasi sebagai serial romansa paling berani di televisi, takhta “Bridgerton” dari Netflix kini resmi direbut. Sebuah drama olahraga Kanada berjudul “Heated Rivalry” kini dinobatkan sebagai serial paling romantis dan sensual yang tersedia di layanan streaming.
“Bridgerton”, adaptasi novel romansa sejarah karya Julia Quinn, dikenal luas karena adegan-adegan sensualnya yang provokatif, diimbangi dengan kerentanan emosional yang menyentuh hati dan deklarasi cinta yang memukau. Musim keempat “Bridgerton” sendiri dijadwalkan tayang perdana pada 29 Januari 2026 dengan empat episode baru.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Fenomena “Heated Rivalry”
“Heated Rivalry” adalah serial romansa olahraga berlatar dunia hoki yang diciptakan oleh Jacob Tierney. Serial ini tayang di Crave di Kanada dan HBO Max di Amerika Serikat. Kisahnya berpusat pada permusuhan di atas es dan hubungan rahasia di luar lapangan antara dua pemain hoki rival, Shane Hollander (diperankan oleh Hudson Williams) dan Ilya Rozanov (diperankan oleh Connor Storrie).
Seperti “Bridgerton”, drama ini juga diadaptasi dari seri buku terlaris, yakni “Game Changers” karya Rachel Reid. “Heated Rivalry” berhasil menyeimbangkan antara kehangatan emosional dan adegan-adegan provokatif yang sering terjadi antara kedua atlet berotot tersebut, saat mereka menavigasi hubungan rahasia di tengah kompetisi olahraga profesional yang sangat ketat.
Catatan Mureks menunjukkan, sejak tayang perdana pada 28 November, “Heated Rivalry” konsisten menduduki posisi nomor satu dalam daftar tontonan paling banyak di HBO Max. Serial ini juga meraih rating persetujuan 98% di Rotten Tomatoes. Para kritikus memuji, “Jacob Tierney dengan penuh cinta mengadaptasi novel romansa berlatar hoki karya Rachel Reid menjadi festival cinta yang mendalam, sensual, dan penuh mimpi dengan niat queer sejati, menjadikan ‘Heated Rivalry’ pemenang sejati.”
Lebih dari Sekadar Sensualitas
Meskipun banyak penonton awalnya tertarik karena adegan-adegan berani, kelembutan dan kedalaman yang tak terduga dalam penanganan hubungan Shane dan Ilya-lah yang menjadikan “Heated Rivalry” sebagai kisah cinta baru terbaik di televisi. Sepanjang enam episode, Jacob Tierney, yang menulis dan menyutradarai setiap episode, dengan cerdas mengatur alur hubungan karakter.
Awalnya, serial ini menampilkan ledakan aktivitas seksual yang cepat dan berenergi tinggi di tahun-tahun awal para pemain. Namun, seiring berjalannya waktu, aksi tersebut melambat secara strategis saat ikatan Ilya dan Shane semakin dalam, bergerak dari sekadar fisik menjadi romantis yang tak terbantahkan.
Hubungan pasangan lain dari semesta “Game Changers” karya Reid, yaitu sesama pemain hoki profesional Scott Hunter (François Arnaud) dan barista Christopher “Kip” Grady (Robbie G.K.), turut mendorong Shane dan Ilya secara harfiah dan emosional. Scott, meskipun masih tertutup di mata publik dan profesional, secara pribadi sangat terbuka dengan perasaannya terhadap Kip.
Pengungkapan manis dan menyentuh dari hubungan mereka tidak hanya menunjukkan kepada Shane dan Ilya apa yang mungkin bagi mereka, tetapi juga, melalui momen-momen terakhir episode 5, menghadirkan momen paling romantis di televisi tahun lalu: Scott melambaikan tangan kepada Kip di lapangan es untuk merayakan kemenangan MLH Cup pertamanya, mendeklarasikan cinta dan identitas queer-nya kepada dunia melalui ciuman yang memukau. Momen ini disebut-sebut setara dengan adegan Patrick menyanyikan “The Best” milik Tina Turner untuk David di “Schitt’s Creek” yang berhasil mengoyak hati penonton.
Intimasi yang mendalam, baik emosional maupun sensual, akan berlanjut di musim kedua “Heated Rivalry”, yang telah dipesan oleh Crave dan diperkirakan akan tayang pada tahun 2027.





